Wonosobo (Lintas Topik.com) — Kepengurusan baru GP Ansor Kabupaten Wonosobo masa khidmat 2025–2029 resmi dilantik dan langsung menegaskan arah gerakan organisasi yang berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Tidak sekadar seremonial, Ansor menyiapkan langkah konkret untuk menjawab berbagai isu strategis di tingkat lokal.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua PC GP Ansor Wonosobo, Aufa Mujtahid, usai pelantikan pengurus yang digelar di Sasana Adipura, Wonosobo, Senin (22/12).
Ia menyampaikan bahwa Ansor ke depan harus tampil sebagai organisasi kepemudaan yang solutif, responsif, dan relevan dengan dinamika sosial-ekonomi masyarakat.
Menurut Aufa, kepengurusan periode ini akan memfokuskan kerja-kerja organisasi pada penguatan kualitas kader, ketahanan pangan, ekoteologi, serta pengembangan ekonomi kader. Isu-isu tersebut dipilih karena dinilai bersentuhan langsung dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Ansor tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Gerakan kita harus berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Aufa.
Ia mengungkapkan, PC GP Ansor Wonosobo saat ini memiliki lebih dari 18 ribu kader yang tersebar di 257 pimpinan ranting di seluruh kecamatan.
Potensi besar tersebut, kata dia, harus dikelola secara terencana dan terstruktur agar mampu menjadi kekuatan kolektif yang produktif.
“Tantangannya bukan pada jumlah kader, tetapi bagaimana seluruh potensi itu bisa dikonsolidasikan dan bergerak bersama sesuai kapasitas masing-masing,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 57 pengurus harian resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari aktivis organisasi, profesional, wirausahawan, petani, hingga kader berlatar pesantren.
Keragaman ini dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan program-program strategis lintas sektor.
Meski mendorong inovasi dan penguatan ekonomi kader, Aufa menegaskan bahwa Ansor tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai keulamaan dan pesantren sebagai fondasi utama gerakan organisasi.
Ia menilai, berbagai dinamika yang muncul belakangan harus dijadikan bahan refleksi bersama tanpa menggeser jati diri Ansor sebagai pewaris perjuangan ulama dan santri.
“Basis utama Ansor adalah pesantren. Karena itu, nilai-nilai keulamaan harus tetap menjadi kompas dalam setiap langkah perjuangan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru PC GP Ansor Wonosobo.
Ia menilai dominasi pengurus muda dalam struktur organisasi sebagai modal penting bagi pembangunan daerah.
“Selamat atas pelantikan ini. Banyaknya pengurus muda di Ansor diharapkan bisa ikut berkontribusi aktif dalam membangun Wonosobo,” ujar Afif.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjawab tantangan ke depan.
Pelantikan pengurus PC GP Ansor Wonosobo masa khidmat 2025–2029 ini turut dihadiri perwakilan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah GP Ansor, serta jajaran Forkopimda Wonosobo.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya kerja-kerja organisasi dengan orientasi penguatan kader dan kebermanfaatan sosial yang lebih luas.***
Editor : Agus Hidayat







