Wonosobo (LintasTopik.com) –
PSIW Wonosobo gagal memanfaatkan status tuan rumah saat menjamu Persitema Temanggung dalam laga Derby Sindoro pada babak penyisihan Grup D Liga 4 Jawa Tengah.
Bermain di Stadion Kolodete Wonolelo, Rabu (14/1/2026), Laskar Kolodete harus puas berbagi poin setelah pertandingan berakhir imbang 1-1.
Hasil ini membuat publik sepak bola Wonosobo kecewa, mengingat PSIW tampil cukup dominan namun gagal mengonversi peluang menjadi kemenangan penuh.
Persitema Temanggung justru lebih dulu unggul pada babak pertama. Gol pembuka dicetak Fendri Mofu melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti PSIW, memanfaatkan umpan matang dari lini tengah. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
PSIW baru mampu menyamakan kedudukan di babak kedua melalui skema bola mati. Saeful mencatatkan namanya di papan skor setelah mengeksekusi situasi tendangan bebas yang diakhiri dengan sundulan terarah, menggetarkan pojok kiri atas gawang Persitema.
Sepanjang laga, PSIW sebenarnya menguasai penguasaan bola, khususnya di babak pertama. Serangan demi serangan kerap dilancarkan ke jantung pertahanan Persitema.
Namun, rapatnya lini belakang tim tamu membuat sejumlah peluang PSIW mentah sebelum mencapai penyelesaian akhir.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Persitema tampil lebih agresif dan beberapa kali memberikan tekanan serius ke pertahanan PSIW.
Meski demikian, skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pelatih PSIW Wonosobo, Hafiz Fajri Al-Mubarok, mengakui pertandingan berjalan tidak mudah bagi timnya.
“Secara permainan sebenarnya kami bisa mengontrol laga, terutama di babak pertama. Tapi kebobolan lebih dulu membuat situasi menjadi lebih sulit,” ujarnya usai pertandingan.
Hafiz juga menyoroti performa timnya di babak kedua yang dinilai belum maksimal.
“Di babak kedua permainan kami tidak berkembang seperti yang diharapkan. Disiplin menjaga area masih menjadi pekerjaan rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persitema Temanggung, M. Haris Mardiyanto, bersyukur timnya mampu mencuri satu poin di kandang lawan.
“Tekanan suporter PSIW sangat luar biasa, tapi mental pemain kami juga kuat. Hasil ini patut disyukuri,” katanya.
Ia mengakui timnya kecolongan akibat kurangnya konsentrasi di menit-menit akhir, namun secara keseluruhan strategi compact defense yang diterapkan berjalan efektif.
Hasil imbang ini membuat Persitema Temanggung tetap bertengger di puncak klasemen Grup D dengan 5 poin dari tiga laga. PSIW Wonosobo berada di posisi kedua dengan 4 poin, sementara Slawi United menempati posisi juru kunci dengan 1 poin.
Dengan satu laga tersisa, PSIW masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah.
Namun, kemenangan menjadi harga mati saat menghadapi Slawi United dalam laga tandang penentuan. Jika kembali gagal meraih poin penuh, nasib PSIW harus bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Derby Sindoro kali ini pun meninggalkan catatan penting: dominasi permainan tanpa efektivitas belum cukup untuk mengamankan kemenangan.***
Editor : Agus Hidayat







