Wonosobo (Lintas Topik.com) — Minimnya pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam pemulasaraan jenazah mendorong Yayasan Baharul Ulum Wonosobo menggelar pelatihan khusus pemulasaraan jenazah, Kamis, 22/1/2026
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan fikih praktis bagi anggota Majelis Taklim Baharul Ulum agar mampu berperan langsung saat dibutuhkan di lingkungan masing-masing.
Pelatihan yang digelar pada Sabtu itu difokuskan pada praktik langsung, mulai dari pendampingan orang sakit dan sakaratul maut, tata cara memandikan jenazah, mengkafani, hingga praktik salat jenazah.
Materi disampaikan secara detail untuk memastikan peserta memahami prosedur sesuai syariat Islam.
Ketua Yayasan Baharul Ulum, Nur Farid, mengatakan pelatihan ini lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat.
Banyak desa, kata dia, belum memiliki kader perempuan yang benar-benar memahami pemulasaraan jenazah secara benar.
“Di lapangan masih sering terjadi jenazah perempuan ditangani oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Ini karena keterbatasan SDM perempuan yang paham tata caranya. Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak kader yang siap terjun di masyarakat,” ujar Nur Farid.
Ia menjelaskan, pelatihan pemulasaraan jenazah merupakan bagian dari kurikulum Majelis Taklim Baharul Ulum yang mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah.
Pembelajaran Al-Qur’an dilakukan setiap Senin hingga Kamis, fikih pada Jumat, serta akidah dan akhlak setiap Sabtu.
Sementara itu, pemateri pelatihan dari Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Irna Fitroyah, S.Ag, menuturkan bahwa pelatihan ini menekankan aspek yang sering terabaikan di masyarakat, terutama doa-doa dalam setiap tahapan pemulasaraan jenazah.
“Banyak yang sudah memandikan dan mengkafani, tapi doa-doanya sering tertinggal. Padahal setiap tahapan ada tuntunan doanya, mulai dari melepas pakaian, memandikan, hingga mengkafani jenazah,” jelasnya.
Irna juga menyoroti masih minimnya pemahaman teknis di kalangan ibu-ibu, sehingga pelatihan semacam ini dinilai sangat penting dan relevan.
Hingga kini, pelatihan serupa telah digelar puluhan kali oleh Yayasan Baharul Ulum dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.
Saat ini, Majelis Taklim Baharul Ulum memiliki sekitar 35 anggota aktif yang berasal dari berbagai wilayah di Wonosobo, seperti Kertek, Garung, hingga Leksono.
Yayasan ini juga mengelola sejumlah lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an, mulai dari TPQ, PAUD, TK, hingga MI yang terus dikembangkan.
Melalui pelatihan pemulasaraan jenazah ini, Yayasan Baharul Ulum berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk mengabdi langsung di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.***
Editor : Agus Hidayat







