Wonosobo (Lintas Topik.com) – Nasib tragis menimpa Marsiyah (63), warga Desa Jangkrikan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.
Ia ditemukan meninggal dunia di area tegalan pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, setelah diduga diserang kawanan tawon vespa dengan ratusan sengatan di tubuhnya.
Korban diketahui berangkat dari rumahnya di wilayah Ketegalan sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga menjelang siang, sekitar pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung pulang.
Warga kemudian melakukan pencarian setelah mendapat laporan dari keluarga.
Pengecekan yang dilakukan bersama Kepala Desa Jangkrikan mengarah ke lokasi tegalan.
Di sana, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dengan luka sengatan parah, terutama di bagian wajah, leher, dan tangan.
Bahkan, saat proses pemulasaraan jenazah, masih ditemukan tawon yang menempel di rambut korban.
“Korban diduga tersengat tawon jenis vespa dalam jumlah banyak hingga menyebabkan meninggal dunia di lokasi,” ungkap PLT Kapolsek Kepil, Iptu Budi Santoso.
Ia juga mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, terdapat warga lain di Desa Jangkrikan yang sempat tersengat tawon di area yang sama.
Hal ini mengindikasikan adanya sarang tawon vespa yang cukup besar dan berbahaya di sekitar lokasi.
Menurutnya, proses evakuasi korban sempat terkendala karena masih adanya ancaman serangan tawon di lokasi kejadian.
Petugas akhirnya berkoordinasi dengan tim SAR/PB Kecamatan Kepil untuk melakukan evakuasi dengan pengamanan maksimal.
“Evakuasi dilakukan dengan melibatkan tim gabungan karena lokasi masih berpotensi membahayakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area kebun maupun hutan, terutama dengan memperhatikan keberadaan sarang tawon vespa atau tawon gong yang dikenal agresif dan mematikan jika menyerang secara berkelompok.
“Jika menemukan sarang tawon, sebaiknya tidak didekati dan segera dilaporkan kepada pihak berwenang,” tegas Iptu Budi Santoso.***
Editor : Agus Hidayat







