Wonosobo (Lintas Topik.com) – Ma’had Aly Al Mubarok Manggisan, Wonosobo menggelar Sidang Terbuka Angkatan ke-6 sekaligus wisuda mahasantri Program Studi Fikih dan Ushul Fikih (S.FU), Senin (16/2/2026).
Sebanyak 167 mahasantri resmi diwisuda dan dikukuhkan sebagai sarjana.
Rektor Ma’had Aly Al Mubarok, Dr. Nurul Mubin, menyampaikan bahwa sejak berdiri berdasarkan SK izin operasional tahun 2016, lembaga tersebut telah meluluskan ratusan sarjana fikih.
“Angkatan ini merupakan angkatan ke-6. Hari ini ada 167 mahasantri yang diwisuda,” ujarnya.
Menurutnya, Ma’had Aly Al Mubarok merupakan Ma’had Aly pertama di Wonosobo. Saat ini lembaga tersebut didukung 21 dosen dengan latar belakang pendidikan magister dan doktoral, serta sejumlah dosen yang tengah menempuh studi S3.
Ia menegaskan, Ma’had Aly bukan sekadar lembaga pengajian tradisional. Statusnya sebagai perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren telah diakui negara.
Lulusan Ma’had Aly memiliki kedudukan setara dengan sarjana perguruan tinggi lain dan dapat melanjutkan studi maupun mengikuti seleksi ASN.
“Banyak alumni kami yang sudah diterima menjadi guru PAI di SMP dan SMA. Mereka juga memiliki peluang yang sama untuk menjadi ASN,” jelasnya.
Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said, yang turut hadir dalam wisuda tersebut menegaskan bahwa Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi resmi yang diakui negara dan diselenggarakan oleh pondok pesantren.
“Lulusan Ma’had Aly sama di hadapan negara. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun mengikuti seleksi ASN,” kata Basnang.
Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat 91 Ma’had Aly di seluruh Indonesia.
Pendirian Ma’had Aly tidak mudah karena harus memenuhi persyaratan ketat, mulai dari kualifikasi dosen, basis keilmuan pesantren, hingga sarana dan prasarana yang terpisah dari satuan pendidikan lainnya.
“Standarnya ketat. Kita tidak ingin ada Ma’had Aly yang abal-abal. Keilmuannya harus mendalam dan berbasis tradisi pesantren yang kuat,” tegasnya.
Basnang juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 tercatat sekitar 400 alumni Ma’had Aly secara nasional berhasil lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ma’had Aly Al Mubarok sendiri memfokuskan pendidikan pada kaderisasi ulama.
Selain menempuh pendidikan akademik selama rata-rata empat tahun, lulusan juga menjalani masa pengabdian di lingkungan pesantren sebelum kembali ke masyarakat.
Ke depan, Ma’had Aly Al Mubarok menargetkan penguatan peran sebagai pusat kaderisasi ulama berbasis pesantren serta memperluas pemahaman masyarakat tentang posisi strategis Ma’had Aly dalam sistem pendidikan nasional.***
Editor : Agus Hidayat







