Wonosobo, Lintas Topik.com – Sebuah rumah milik seorang lansia di Dusun Kalitelu RT 001 RW 006, Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, hangus dilalap api pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kebakaran diduga bermula dari api tungku dapur (pawon) yang masih menyala saat ditinggal pemilik rumah untuk beristirahat.
Rumah yang sebagian besar masih berbahan kayu itu dengan cepat dilahap api setelah kobaran dari pawon menyambar tumpukan kayu bakar di sekitarnya.
Dalam waktu singkat, api merambat ke dinding rumah dan membesar hingga sulit dikendalikan.
Saat kejadian, pemilik rumah yang diketahui merupakan seorang lansia tengah tertidur di dalam rumahnya.
Warga sekitar baru menyadari kebakaran setelah api terlihat membesar dari bagian dapur.
Anggota RPB Kecamatan Watumalang, Bangun Setiadi, mengatakan kondisi rumah yang masih menggunakan material kayu membuat api cepat merambat dan menghanguskan sebagian besar bangunan.
“Rumah terbakar cukup parah, sekitar 80 persen bangunan rusak. Api diduga berasal dari pawon yang masih menyala lalu menyambar kayu di sekitarnya,” jelasnya.
Menurut Bangun, lansia pemilik rumah tersebut selama ini tinggal sendirian. Anak korban diketahui bekerja di luar kota sehingga saat kejadian tidak berada di lokasi.
“Pemilik rumah ini simbah yang sudah lanjut usia dan tinggal sendiri. Untuk sementara kami ungsikan ke rumah kerabat terdekat agar lebih aman,” tambahnya.
Kebakaran itu tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga menghanguskan hampir seluruh barang milik korban.
Bahkan satu ekor kambing peliharaan yang berada di sekitar rumah dilaporkan mati akibat terjebak kobaran api.
Saat ini kebutuhan mendesak bagi korban berupa perlengkapan tidur, pakaian, dan bahan makanan karena hampir seluruh isi rumah tidak dapat diselamatkan.
Bangun juga mengingatkan warga, khususnya yang masih menggunakan tungku kayu, agar lebih berhati-hati dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur.
“Hal-hal kecil seperti memastikan api pawon benar-benar mati sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.***
Editor : Agus Hidayat







