Magelang (Lintas Topik.com) — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian DPR RI Komisi IX setelah hasil monitoring lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara alokasi anggaran per porsi dengan kualitas menu yang diterima siswa di sejumlah sekolah.
Temuan ini mengemuka dalam kegiatan evaluasi yang dilakukan anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, saat meninjau langsung pelaksanaan program di wilayah Magelang.
DPR RI Komisi IX melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja Komisi IX DPR RI.
Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil kunjungan lapangan dan monitoring di sejumlah satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Komisi IX melalui anggota DPR RI, Vita Ervina, menemukan adanya ketidaksesuaian antara kriteria pemenuhan gizi anak sekolah dengan implementasi penggunaan anggaran menu di lapangan.
Vita Ervina, SE., MBA menjelaskan, secara kebijakan anggaran per porsi telah ditetapkan sebesar Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil.
Namun, hasil pengawasan menunjukkan bahwa menu makanan yang disajikan belum sepenuhnya mencerminkan pemanfaatan anggaran tersebut secara optimal.
“Secara anggaran, porsi besar dialokasikan Rp10.000 dan porsi kecil Rp8.000. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, kami menemukan menu yang disajikan masih belum sepenuhnya membelanjakan alokasi anggaran tersebut, sehingga berdampak pada kualitas dan kelengkapan gizi makanan,” ujar Vita Ervina usai melakukan monitoring di salah satu sekolah di Magelang, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengurangi nilai manfaat Program MBG bagi anak sekolah, khususnya dalam pemenuhan gizi seimbang sesuai kebutuhan usia.
“Program ini tidak hanya soal tersalurnya makanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ini yang perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama,” jelasnya kepada awak media di Posko Vita Ervina Center Magelang, Sabtu (28/2/2026).
Vita, sapaan akrabnya, mendorong Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi teknis serta memperketat pengawasan pelaksanaan program, termasuk memastikan anggaran per porsi dibelanjakan secara proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai perencanaan menu yang telah ditetapkan.
“Kami berharap BGN dapat segera melakukan penyesuaian dan perbaikan agar pelaksanaan Program MBG di lapangan sejalan dengan kebijakan anggaran dan standar gizi yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen DPR RI Komisi IX untuk terus menjalankan fungsi pengawasan serta memperkuat sinergi dengan BGN guna memastikan keberhasilan Program MBG sekaligus menjamin pemenuhan hak gizi anak sekolah di seluruh Indonesia. ***
Editor: Agus Hidayat







