Wonosobo ( Lintas Topik.com) – Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Kabupaten Wonosobo mulai dipersiapkan.
Sebanyak tujuh pos pengamanan dan 394 personel kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan serta meningkatnya kunjungan wisata selama libur Idul Fitri.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di halaman Mapolres Wonosobo, Kamis (12/3), dipimpin oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dan diikuti jajaran TNI, Polri serta unsur pemerintah daerah.
Afif mengatakan, pengamanan mudik Lebaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena momentum tersebut diikuti meningkatnya mobilitas masyarakat, baik pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.
“Kehadiran TNI, Polri dan pemerintah daerah merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat arus mudik Lebaran,” ujarnya.
Selain pergerakan pemudik, lonjakan wisatawan ke kawasan Dieng juga menjadi perhatian dalam pengamanan Lebaran tahun ini.
Pada periode mudik Lebaran tahun lalu, kawasan wisata tersebut tercatat menjadi salah satu destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi di Jawa Tengah.
Sementara itu Kapolres Wonosobo, M Kasim Akbar Bantilan mengatakan pihaknya menyiapkan tujuh pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya lima pos.
“Penambahan pos dilakukan berdasarkan analisis titik rawan kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan wisata dan jalur utama pemudik,” katanya.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan di antaranya kawasan Dieng, Garung, Menjer, serta jalur Kretek yang merupakan salah satu akses utama menuju Wonosobo.
Selain menyiapkan pos pengamanan, Polres Wonosobo juga mengerahkan 394 personel kepolisian selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
Personel tersebut akan diperkuat oleh unsur TNI serta instansi terkait dari pemerintah daerah.
Kapolres menambahkan, kawasan Dieng menjadi salah satu titik yang perlu diantisipasi karena jalurnya relatif sempit dan sering terjadi kepadatan kendaraan, terutama ketika wisatawan berhenti di tepi jalan untuk berfoto atau parkir sembarangan.
Karena itu petugas akan disiagakan lebih awal di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemacetan sebelum terjadi.***
Editor : Agus Hidayat







