Wonosobo (LintasTopik.com) — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/10), memicu sedikitnya 12 hingga 13 titik tanah longsor di sejumlah desa. Material tanah dan batu menutup jalan utama antar desa, bahkan beberapa rumah warga dilaporkan terdampak longsoran tebing.
Camat Watumalang, Subuh Oni Wiyono, membenarkan adanya belasan titik longsor tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi hampir serentak setelah hujan deras mengguyur selama lebih dari dua jam.
“Dari laporan sementara, ada sekitar 12 sampai 13 titik longsor yang tersebar di beberapa desa. Sebagian menutup akses jalan, sebagian lagi menimpa permukiman warga,” ujar Subuh kepada Lintas Topik, Kamis malam.
Ia menjelaskan, titik longsor tercatat di Desa Lumajang, Pasuruhan, Binangun, Wonoroto, Welahan, Watumalang, hingga Gumawang Kidul. Jalur Wonoroto–Banyukembar juga sempat tertutup material longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Beberapa titik longsor yang sudah tertangani antara lain:
- Dusun Bakalan, Deles, dan Sumber, Desa Lumajang — menutup akses jalan, kini sudah dibersihkan warga.
- Dusun Kelpu, Desa Binangun, dan Dusun Gawaran Tripis, Desa Watumalang — jalur utama sudah kembali bisa dilewati.

Namun longsor di Dusun Karangsari, Desa Pasuruhan, yang menimpa satu rumah warga, serta di Dusun Sayangan dan Mergowati, Desa Wonoroto, dan Desa Welahan, masih dalam proses asesmen dan penanganan.
“Saat ini kami fokus membuka jalan-jalan utama dulu. Untuk longsor di perkampungan, baru akan kami data bersama perangkat desa dan relawan. Kemungkinan update terbaru baru bisa diketahui besok pagi,” tambah Subuh.
Menurut laporan lapangan, hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB menyebabkan tebing di sejumlah titik amblas dan menimbun jalan antar desa. Operasi pembersihan dilakukan mulai pukul 16.45 hingga 18.30 WIB melibatkan petugas gabungan dari BPBD Wonosobo, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat.
“Kondisi tanah di wilayah Watumalang memang labil. Setelah diguyur hujan deras selama beberapa jam, material tanah langsung bergerak dan menutup jalan,” jelas Bangun Setiadi, salah satu relawan penanggulangan bencana Watumalang.
Meski sebagian besar akses utama sudah kembali terbuka, pihak kecamatan tetap mengimbau warga di daerah lereng dan tepi tebing agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.***
Editor : Agus Hidayat






