Wonosobo (Lintas Topik.com)—Jembatan Kali Capar yang menghubungkan Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, dan Dusun Weringin, Desa Banjar, Kecamatan Kertek, ambrol pada Kamis (11/12) siang.
Keruntuhan jembatan tersebut membuat akses utama warga dua dusun terputus, memaksa masyarakat menggunakan jalur alternatif.
Kepala Dusun Ngadisari, Budiman, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan telah terlihat sejak beberapa tahun lalu akibat pondasi yang terus tergerus arus Sungai Capar.
“Pondasi jembatan ini sudah lama terkikis air. Kami sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke pemkab, tetapi belum ada tindak lanjut. Akhirnya ya ambrol hari ini,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/12).
Budiman menambahkan bahwa tidak ada korban dalam insiden tersebut karena saat jembatan runtuh tidak ada warga yang sedang melintas.
Ia juga memastikan cuaca saat kejadian dalam kondisi cerah tanpa hujan.
Jembatan dengan panjang 8,7 meter dan lebar 4 meter itu telah berusia lebih dari 15 tahun.
Struktur yang menua dan minim perbaikan menyebabkan daya dukung jembatan semakin melemah.
Kepala DPU PR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyatakan bahwa perbaikan jembatan Kali Capar dijadwalkan pada awal tahun 2026 sebagai bagian dari program peningkatan infrastruktur wilayah.
Sambil menunggu penanganan dari pemerintah, warga desa bergotong royong memasang bambu dan papan kayu sebagai akses darurat di atas bagian jembatan yang ambrol.
Jalur sementara itu hanya dapat dilalui kendaraan roda dua secara terbatas.***
Editor : Agus Hidayat







