Wonosobo (LintasTopik.com) — Kecelakaan beruntun kembali terjadi di jalur tengkorak Wonosobo, tepatnya di ruas jalan Parakan–Kertek depan Rumah Makan Gayatri, Desa Candimulyo, Sabtu (17/1/2026).
Insiden yang melibatkan enam kendaraan tersebut mengakibatkan tujuh orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur menurun tersebut yang dikenal rawan, terutama bagi kendaraan berat.
Arus lalu lintas sempat tersendat akibat posisi kendaraan yang saling bertabrakan dan satu unit truk terguling di badan jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Agista Erikha, menyebut kecelakaan dipicu oleh sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi AA-8220-OA yang melaju dari arah Parakan menuju Kertek.
“Truk diduga mengalami kegagalan sistem pengereman saat melintas di jalan menurun,” ujarnya.
Truk tersebut kemudian menabrak mobil Honda Brio AA-1631-GN yang berada di depannya.
Dorongan keras membuat Honda Brio terpental ke sisi kiri jalan dan menghantam bus patas PO Nusantara K-7076-OB yang sedang terparkir di depan rumah makan.
Benturan beruntun belum berhenti. Truk masih melaju dan kembali menghantam mobil Honda BR-V H-1482-FV sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
Akibat benturan itu, Honda BR-V terdorong ke kanan dan melewati garis tengah jalan.
Pada saat bersamaan, dua sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, masing-masing Yamaha Mio Soul R-3008-CL dan Honda Revo G-6044-ACC, tidak sempat menghindar dan ikut terlibat tabrakan.
Kedua sepeda motor tersebut terjatuh ke saluran air di tepi jalan.
“Total ada tujuh korban luka ringan dalam kejadian ini,” kata Iptu Agista Erikha.
Korban terdiri dari pengemudi dan penumpang truk, pengemudi dan penumpang Honda Brio, pengendara serta pembonceng Yamaha Mio Soul, serta pengendara Honda Revo.
Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan langsung dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
Polisi memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Namun, seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp20 juta.
Petugas kepolisian bersama tim terkait melakukan olah TKP dan evakuasi kendaraan guna mengurai kemacetan.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Kami kembali mengingatkan pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar memastikan kondisi rem dan kendaraan laik jalan sebelum melintas di jalur rawan kecelakaan,” pungkasnya.***
Editor : Agus Hidayat







