Wonosobo (Lintas Topik.com) — Permintaan selongsong ketupat di Wonosobo mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pedagang di sekitar Pasar Induk Wonosobo mencatat penjualan harian bisa mencapai sekitar 1.500 buah.
Lonjakan permintaan ini didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat akan ketupat sebagai hidangan khas Lebaran, sekaligus kecenderungan konsumen yang lebih memilih produk siap pakai.
Salah satu pedagang, Rahmat Basuki, mengatakan penjualan mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir. Ia menyebut selongsong ketupat yang dibuat pada malam hari umumnya sudah habis terjual keesokan paginya.
Selongsong ketupat dijual dengan harga sekitar Rp1.000 per buah. Model yang paling diminati adalah jenis bucu karena dianggap lebih praktis dan mudah digunakan.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, bahan baku janur didatangkan dari wilayah Kaliwiro dalam jumlah besar.
Dalam sekali pengiriman, pasokan bisa mencapai ribuan batang yang kemudian diolah oleh perajin di wilayah Besani, Kecamatan Leksono.
Produksi dilakukan secara manual dengan proses anyaman yang relatif cepat. Satu selongsong ketupat dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari empat menit, sehingga dalam sehari pedagang mampu menghasilkan dan menjual dalam jumlah besar.
Selain di Pasar Induk Wonosobo, penjualan juga dilakukan di beberapa titik lain seperti Binangun dan Watualang dengan hasil yang cukup tinggi.
Di sisi konsumen, kepraktisan menjadi alasan utama meningkatnya pembelian. Sebagian masyarakat memilih membeli selongsong ketupat dibanding membuat sendiri.***
Editor : Agus Hidayat






