Ad imageAd image

PSIW Dorong Pendanaan Mandiri Lewat Penjualan Jersey, 6.000 Dicetak Baru 100 Terjual

Lintas Topik Author
30 Views
3 Min Read

Wonosobo (Lintas Topik.com) – PSIW Wonosobo terus berupaya mencari sumber pendanaan mandiri demi menjaga keberlangsungan operasional klub.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui penjualan jersey resmi tim, meski hasilnya hingga kini masih jauh dari harapan.

Manajer PSIW Wonosobo, Ahmad Hamal Wincahyo, mengungkapkan bahwa mitra apparel PSIW, Grande, telah mencetak sebanyak 6.000 jersey resmi. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 100 jersey yang berhasil terjual ke publik.

“Jersey sudah dicetak 6.000 oleh Grande, tapi yang terjual baru sekitar 100 buah dengan harga Rp190 ribu per jersey,” ujar Hamal saat menjadi narasumber podcast Lintas Topik, Jumat (23/1/2026).

Minim Respons Pasar Jadi Catatan Evaluasi

Hamal tidak menampik bahwa rendahnya penjualan jersey menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli masyarakat, keterbatasan distribusi, hingga minimnya budaya membeli merchandise klub lokal.

“Kita harus jujur melihat realitas. Antusiasme terhadap PSIW ada, tapi belum semuanya terkonversi menjadi dukungan finansial nyata,” katanya.

Padahal, lanjut Hamal, penjualan jersey diharapkan menjadi salah satu tulang punggung pendanaan klub, terutama di tengah keterbatasan sponsor besar dan belum stabilnya dukungan dana eksternal.

Bangun Kerja Sama dengan Pengusaha Lokal

Selain penjualan merchandise, PSIW juga membuka ruang kerja sama dengan para pengusaha lokal dan regional untuk menopang kebutuhan operasional tim, mulai dari pembiayaan kompetisi, transportasi, hingga akomodasi pemain.

Hamal menyebut, komunikasi dengan sejumlah pelaku usaha sudah dilakukan, meski hasilnya belum sepenuhnya optimal.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami terus membuka pintu kerja sama dengan pengusaha. Bentuknya bisa bermacam-macam, tidak harus sponsor besar. Yang penting ada keberlanjutan dan komitmen,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PSIW tidak ingin sepenuhnya bergantung pada satu sumber dana.

Manajemen berupaya membangun model pembiayaan yang lebih sehat dengan mengombinasikan penjualan merchandise, dukungan pengusaha, dan partisipasi publik.

Tantangan Klub Daerah

Menurut Hamal, tantangan pendanaan merupakan persoalan klasik klub daerah, termasuk PSIW.

Biaya operasional kompetisi dinilai cukup tinggi mencapai Rp. 700 juta satu musim sementara sumber pemasukan masih terbatas.

“Kami ingin PSIW dikelola lebih profesional, tapi itu tidak bisa dilepaskan dari dukungan finansial. Tanpa dana yang cukup, sulit bicara target prestasi,” ujarnya.

Meski demikian, manajemen memastikan komitmen untuk terus mempertahankan PSIW sebagai kebanggaan sepak bola Wonosobo.

Upaya membangun kemandirian finansial akan tetap menjadi fokus utama ke depan.

“PSIW ini milik masyarakat Wonosobo. Kami berharap ke depan ada kesadaran bersama bahwa dukungan tidak hanya soal hadir di stadion, tapi juga membantu keberlangsungan klub,” pungkas Hamal.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment