Wonosobo (Lintas Topik.com) — Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Pendopo Bupati, Senin (23/2), untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pokok serta potensi gangguan keamanan menjelang dan selama Ramadan.
Berbeda dari biasanya yang digelar di akhir periode, rakor kali ini dilaksanakan di awal Ramadan.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat yang terpantau sejak awal bulan puasa.
“Lalu lintas sudah mulai padat. Artinya pusat perbelanjaan, pasar induk, dan pasar-pasar di kecamatan juga sudah ramai. Kalau semua ramai, kami khawatir terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali,” ujar Afif usai rakor.
Ia menegaskan, Pemkab ingin memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman dan harga tetap stabil.
Pemerintah juga mengantisipasi potensi spekulasi dan aksi borong yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai ada isu beras langka lalu masyarakat berbondong-bondong membeli. Isu minyak habis, lalu diborong. Itu justru menimbulkan kecemasan. Kami pastikan stok cukup dan harga terkendali,” tegasnya.
Selain pengendalian harga, rakor juga menyoroti maraknya kasus petasan yang menimbulkan korban luka di sejumlah wilayah. Afif menyebut, kejadian ledakan petasan tidak hanya terjadi di Wonosobo, tetapi juga di daerah lain.
Di Wonosobo sendiri, insiden petasan dilaporkan terjadi di Pandansari dan Kertek, yang mengakibatkan korban luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit.
“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Target kami Ramadan dan Idul Fitri tahun ini zero petasan,” kata Afif.
Ia mengungkapkan, peredaran petasan kini banyak dilakukan melalui pembelian daring. Dalam beberapa kasus, petasan dibeli secara online, kemudian dirakit atau diperbaiki sendiri sebelum akhirnya meledak dan melukai pengguna.
Karena itu, Pemkab bersama aparat terkait akan mengintensifkan operasi penertiban petasan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo selama Ramadan.
“Tahun ini silakan tradisi balon udara tetap ada, tapi ditambatkan dan tanpa mercon. Jangan diberi petasan. Kalau ada yang mengajak, tidak usah ikut. Kita fokus menjaga keselamatan,” ujarnya.
Afif juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan melaporkan jika menemukan aktivitas pembuatan atau peredaran petasan di lingkungannya.
“Mercon itu membahayakan diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Kami ingin masyarakat juga menyayangi dirinya sendiri,” pungkasnya.***
Editor : Agus Hidayat







