Bandung (Lintas Topik.com) – Ancaman tanah gerak di Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, memasuki fase yang semakin serius. Hal ini terungkap saat BPBD Wonosobo dan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kaliwiro melakukan komunikasi dan koordinasi langsung dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung pada Selasa (9/12/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PVMBG, Jl. Diponegoro No.57 Bandung, membahas perkembangan terbaru tanah gerak yang kini berdampak pada permukiman, fasilitas umum, serta infrastruktur di wilayah terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Kerja PVMBG menyampaikan bahwa wilayah Kaliwiro kini berada pada kategori potensi tanah gerak sedang hingga tinggi. Kondisi ini menuntut perhatian serius berbagai pihak.
“Tanah Gerak Kaliwiro sudah bukan bencana yang bisa diremehkan, Pak. Saat ini sudah waktunya diberikan perhatian khusus dan penanganan serius,” ujar Gibar Suryadana, anggota Tim Kerja PVMBG Bidang Longsor dan Tanah Gerak.
Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan telah berubah signifikan dibanding hasil kajian PVMBG tahun 2021. “Penelitian tahun 2021 sudah tidak berlaku, karena kondisi saat ini berbeda dan semakin parah. Penanganan nantinya butuh kolaborasi lintas sektoral,” tambahnya.
PVMBG Segera Turun ke Lapangan
Dari hasil koordinasi, PVMBG menetapkan beberapa poin tindak lanjut, di antaranya:
- Tanah gerak di Kaliwiro memerlukan mitigasi segera untuk mengurangi risiko kerusakan dan ancaman keselamatan jiwa.
- PVMBG akan melakukan pengkajian ulang kondisi geologi dan pergerakan tanah dalam waktu dekat.
- Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada BNPB sebagai dasar rekomendasi langkah penanganan.
- Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang cuaca ekstrem yang dapat mempercepat pergerakan tanah.
Dampak Meluas, Butuh Koordinasi Nasional
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tanah gerak terus meluas dan menimbulkan kerusakan. Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, bersama Koordinator RPB SAR Kaliwiro, Habib, turut hadir dalam koordinasi tersebut untuk melaporkan kondisi lapangan dan memperkuat permintaan percepatan penanganan.
RPB Kaliwiro sebelumnya telah melakukan kaji cepat dan membawa hasil evaluasi tersebut ke PVMBG sebagai dasar permohonan rekomendasi teknis.
Koordinasi lintas sektor dan eskalasi ke tingkat nasional diperlukan untuk memastikan penanganan yang tepat, mengingat ancaman tanah gerak dapat berdampak pada keselamatan warga jika tidak ditangani secara komprehensif.
PVMBG memastikan bahwa pengecekan tanah gerak Kaliwiro akan dilakukan dalam waktu dekat. Hasilnya akan menjadi acuan kebijakan penanganan bencana oleh pemerintah daerah maupun pusat.
Dengan kondisi yang semakin kompleks, masyarakat terutama di titik-titik rawan diminta tetap siaga dan mengikuti arahan resmi dari BPBD Wonosobo maupun perangkat desa.***
Editor : Agus Hidayat







