Wonosobo ( Lintas Topik .com) – Hujan deras yang mengguyur kawasan dataran tinggi Dieng memicu longsornya tebing di atas wilayah Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/12/2025) sore.
Material tanah dari tebing curam tersebut runtuh dan menutup sebagian badan Jalan Raya Wonosobo–Dieng, sehingga arus lalu lintas di jalur utama menuju kawasan wisata Dieng sempat terganggu.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 15.40 WIB, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.40 WIB.
Kondisi tebing yang curam, tidak memiliki penahan, serta minim saluran drainase diduga menjadi faktor utama terjadinya longsoran.
Begitu menerima laporan kejadian, Koramil 05/Kejajar Kodim 0707/Wonosobo bergerak cepat menuju lokasi bersama BPBD Kabupaten Wonosobo, Polsek Kejajar, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), relawan lokal, serta masyarakat
Desa Tieng. Aparat gabungan langsung melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, serta pembersihan material tanah yang menutup sebagian badan jalan.
Meski cuaca masih berpotensi ekstrem, sinergi lintas instansi tersebut membuat proses penanganan berjalan relatif cepat.
Material longsor berhasil dievakuasi dan akses Jalan Raya Wonosobo–Dieng kembali dapat dilalui kendaraan, sehingga arus lalu lintas berangsur normal.
Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., mengingatkan seluruh jajarannya agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Ia menegaskan bahwa tingginya curah hujan di wilayah Wonosobo, ditambah kondisi geografis yang berbukit, menjadikan daerah ini rawan terhadap bencana tanah longsor.
“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Jajaran di wilayah diminta sigap dan cepat tanggap apabila terjadi bencana,” tegas Dandim.
Aparat gabungan juga mengimbau masyarakat serta pengguna jalan, khususnya yang melintas di jalur Wonosobo–Dieng, untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan deras, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi.***
Editor : Agus Hidayat







