Ad imageAd image

193 Ribu Bibit Dibagikan di Wonosobo, JATUBU Ingatkan Ancaman Kerusakan Lingkungan

Lintas Topik Author
37 Views
3 Min Read

Wonosobo ( Lintas Topik.com)– Tekanan pembangunan dan berkurangnya tutupan vegetasi di kawasan Telaga Menjer dinilai semakin mengkhawatirkan.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi memicu longsor, sedimentasi, hingga krisis air di wilayah sekitarnya.

Merespons situasi tersebut, Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) melakukan penanaman dan distribusi 193.000 bibit tanaman di kawasan Telaga Menjer dan hutan penyangga di Kabupaten Wonosobo.

Program reboisasi ini dijalankan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), organisasi masyarakat, serta unsur pemerintah dan aparat kewilayahan.

JATUBU menilai, masifnya pembangunan—khususnya sektor wisata—tidak selalu diimbangi dengan pengendalian tata ruang dan upaya konservasi yang memadai.

Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi, Mantep Abdul Goni, menegaskan bahwa kegiatan penanaman tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk peringatan atas kondisi lingkungan Telaga Menjer yang terus tertekan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Penanaman ini bukan kegiatan simbolik. Ini pengingat bahwa Telaga Menjer sedang tidak baik-baik saja. Jika pembangunan tidak dikendalikan dan konservasi diabaikan, risiko kerusakan lingkungan akan semakin besar,” kata Mantep, Jumat (30/1/2026).

Sebanyak 193.000 bibit disalurkan untuk memulihkan lahan kritis, memperkuat fungsi resapan air, serta menekan potensi bencana longsor dan banjir.

Bibit yang ditanam terdiri dari tanaman buah seperti kopi, durian, alpukat, manggis, dan nangka, serta tanaman kehutanan antara lain puspa, damar, beringin, jenitri, kayu manis, dan gaharu.

Menurut Mantep, pemilihan jenis tanaman tersebut disesuaikan dengan karakter kawasan Telaga Menjer agar mampu memperkuat ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

“Penghijauan harus memperkuat ekosistem dan memberi manfaat nyata bagi warga. Kalau masyarakat merasakan manfaatnya, kelestarian akan dijaga bersama,” ujarnya.

Program penanaman JATUBU dilaksanakan dalam periode September 2025 hingga Februari 2026, mengikuti musim hujan untuk meningkatkan keberhasilan tanam.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Di Kabupaten Wonosobo, tercatat 31 lembaga penerima manfaat, terdiri dari 25 LMDH, satu organisasi masyarakat, dan lima instansi, termasuk unsur TNI dan Polri.

Distribusi bibit dilakukan secara bertahap. Pada 29 Januari 2026, bibit disalurkan kepada LMDH Tlogo, LMDH Pucungwetan, LMDH Kalidadap, serta Koramil Kaliwiro.

Penyaluran dilanjutkan pada 30 Januari 2026 kepada LMDH Kupangan, LMDH Kajeksan, dan Komunitas Jurnalis Wonosobo.

Lembaga penerima manfaat tersebar di sejumlah kecamatan sekitar Telaga Menjer dan kawasan hutan penyangga, di antaranya Kejajar, Garung, Kalikajar, Sapuran, Watumalang, Sukoharjo, Kaliwiro, Wadaslintang, dan Kepil.

JATUBU menilai, tanpa pengawasan ketat dan keberpihakan kebijakan terhadap kelestarian lingkungan, Telaga Menjer berisiko kehilangan fungsi ekologisnya sebagai daerah tangkapan air dan penyangga ekosistem.

“Reboisasi harus berjalan seiring dengan penataan ruang dan pengawasan pembangunan. Kalau tidak, kerusakan akan terus berulang,” tegas Mantep.***

Editor. : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment