Ad image

92 Tahun Menunggu: Mesir, Salah dan Kemenangan Perdana di Piala Dunia

4 Min Read

Vancouver (Lintas Topik) – Sejarah akhirnya berpihak kepada Mesir. Setelah menunggu selama 92 tahun sejak penampilan perdana mereka di Piala Dunia 1934, tim berjuluk The Pharaohs itu akhirnya meraih kemenangan pertama di putaran final Piala Dunia usai menundukkan Selandia Baru 3-1 pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di BC Place Stadium, Vancouver, Minggu (21/6).

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Mesir, hasil itu mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan Piala Dunia yang tersebar di empat edisi berbeda. Lebih istimewa lagi, kemenangan bersejarah itu dipimpin langsung oleh sang kapten, Mohamed Salah, yang mencetak satu gol dan satu assist.

Laga tidak dimulai dengan mudah bagi Mesir. Sepanjang babak pertama, Selandia Baru tampil disiplin dan mampu meredam kreativitas lini tengah Mesir. Tim Oceania itu bahkan berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu melalui bek tengah Finn Surman.

Gol bermula dari situasi sepak pojok. Surman berhasil melepaskan diri dari kawalan Ahmed Fatouh sebelum menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal diantisipasi kiper Mesir. Gol tersebut membuat Selandia Baru unggul 1-0 dan menutup babak pertama dengan kepercayaan diri tinggi.

Tertinggal satu gol justru memicu kebangkitan Mesir selepas turun minum. Anak asuh Hossam Hassan langsung meningkatkan tempo permainan dan mulai menekan pertahanan Selandia Baru dari berbagai sisi.

Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-58. Berawal dari umpan silang Mohamed Hany dari sisi kanan, Mostafa Zico berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke gawang Selandia Baru. Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum pertandingan sepenuhnya beralih ke kubu Mesir.

- Advertisement -

Setelah gol penyama kedudukan, Mesir semakin percaya diri. Serangan demi serangan terus dilancarkan dengan Mohamed Salah menjadi pusat permainan. Pengalaman dan kualitas bintang berusia 34 tahun itu akhirnya membuat perbedaan.

Melalui kombinasi cepat dengan Mostafa Zico di depan kotak penalti, Salah berhasil menembus pertahanan lawan sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Mesir berbalik unggul 2-1. Stadion yang dipenuhi ribuan pendukung Mesir pun bergemuruh menyambut gol yang terasa seperti pelepasan beban sejarah selama puluhan tahun.

Selandia Baru berusaha bangkit dan mencoba menekan pada sisa pertandingan. Namun justru Mesir yang kembali mencetak gol. Pada salah satu sepak pojok, Salah mengirimkan bola akurat ke dalam kotak penalti yang disambut Mahmoud Trezeguet dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 3-1. Gol tersebut praktis mengakhiri perlawanan Selandia Baru.

Peluit panjang yang dibunyikan wasit disambut luapan emosi para pemain Mesir. Sebagian berpelukan di tengah lapangan, sementara para pendukung di tribune merayakan momen yang telah mereka tunggu selama hampir satu abad. Pelatih Hossam Hassan bahkan menyebut dukungan suporter Mesir di Vancouver membuat timnya serasa bermain di kandang sendiri.

Kemenangan ini terasa sangat simbolis. Mesir adalah negara Afrika dan Arab pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1934. Mereka juga merupakan salah satu raksasa sepak bola Afrika dengan koleksi tujuh gelar Piala Afrika. Namun selama puluhan tahun, kemenangan di Piala Dunia selalu menjadi mimpi yang tak pernah terwujud. Kini, generasi Mohamed Salah berhasil memutus kutukan tersebut dan menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola Mesir.

Dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, Mesir kini memimpin Grup G dan membuka peluang besar untuk melangkah ke babak gugur. Namun apa pun hasil berikutnya, kemenangan atas Selandia Baru akan selalu dikenang sebagai hari ketika Mesir akhirnya menghapus penantian 92 tahun dan meraih kemenangan pertama di panggung Piala Dunia. ***

- Advertisement -

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version