Wonosobo (Lintas Topik.com) — Sebanyak 98 atlet Wonosobo resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII dengan target minimal 10 medali emas. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyatakan bonus bagi peraih medali telah disiapkan, sementara Ketua KONI Wonosobo Khozin menyebut bonus emas minimal menyamai 2023, yakni Rp50 juta.
Pelepasan berlangsung di Pendopo Bupati Wonosobo, Jumat (16/10/2026). Para atlet akan mengikuti 23 cabang olahraga dalam ajang yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di Semarang Raya dan sejumlah lokasi pertandingan lainnya. Beberapa cabang, termasuk aero modelling dan sepak takraw, dijadwalkan bertanding lebih awal.
Afif yang didampingi Wakil Bupati Amir Husein selaku Ketua Kontingen Wonosobo menyampaikan kesiapan dukungan bagi atlet untuk meraih hasil lebih baik. Namun, ia belum menyebutkan nominal bonus yang akan diberikan.
Keterangan mengenai besaran bonus disampaikan Khozin dengan mengacu pada pemberian bonus Porprov sebelumnya. Menurutnya, bonus bagi peraih emas minimal seperti 2023, sebesar Rp50 juta.
Wonosobo membidik peningkatan dari dua emas dan peringkat ke-33 pada Porprov 2023 menjadi minimal 10 emas serta peringkat ke-20 tahun ini.
“Kalau target medali emas, kita menargetkan minimal 10 medali,” kata Khozin dalam Podcast Lintas Topik, Kamis (15/10/2026), sehari sebelum pelepasan kontingen.
Cabang yang menjadi tumpuan antara lain aero modelling, otomotif melalui balap motor, arung jeram, muaythai, kickboxing, taekwondo, dan paralayang. Khozin mengatakan target ditetapkan berdasarkan hasil babak kualifikasi, perkembangan latihan, serta penampilan atlet dalam uji coba.
Dari aero modelling, Arif Abdillah menargetkan tiga emas dari tiga nomor yang diikutinya. Atlet asal Wadaslintang itu menilai persiapannya lebih matang, termasuk dukungan peralatan pesawat yang lebih baik.
“Target saya tetap tiga nomor yang saya ikuti emas semua,” ujar Arif dalam Podcast Lintas Topik.
Arif telah melakukan penyesuaian peralatan langsung di arena pertandingan di Bandara Ngloram, Blora, untuk mengantisipasi perbedaan suhu udara dengan Wonosobo. Pada babak kualifikasi, ia meraih medali emas dan perak.
Sementara itu, atlet otomotif Rizki Haka membidik dua emas pada nomor perorangan dan beregu kelompok usia di atas 23 tahun. Ia menyebut pembalap dari Sragen, Karanganyar, dan Semarang sebagai pesaing kuat.
Untuk mendukung target tersebut, Suji Riyanto dari Bidang Pembinaan Prestasi KONI Wonosobo mengatakan pemantauan atlet dilakukan selama enam bulan. Programnya mencakup pemeriksaan kesehatan, tes kondisi fisik, evaluasi latihan, dan edukasi kebutuhan gizi.
Kebijakan pemberangkatan juga lebih selektif. Menurut Suji, atlet yang diberangkatkan tahun ini mengacu pada peringkat satu sampai empat dalam babak kualifikasi. Pada penyelenggaraan sebelumnya, cabang tertentu masih memberangkatkan atlet hingga peringkat ketujuh berdasarkan kuota.
Khozin menyebut anggaran Rp2 miliar disiapkan untuk kebutuhan persiapan hingga pelaksanaan Porprov, mencakup peralatan, transportasi, penginapan, konsumsi, uang saku, dan perlengkapan kontingen.







