Wonosobo (Lintas Topik.com) – Gerakan Pramuka menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Di Wonosobo, anggota Pramuka kini didorong tidak hanya menguasai keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu menjawab persoalan pangan, beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), serta tetap memiliki karakter kuat di tengah perubahan sosial.
Tantangan itu mengemuka dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Wonosobo di Pendopo Bupati Wonosobo, Rabu (16/9/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, swasembada pangan tidak cukup dimaknai sebatas kegiatan menanam dan memanen. Generasi muda juga perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi serta jiwa kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan.
“Pendidikan kepramukaan harus terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving. Pramuka tidak hanya belajar, tetapi juga menciptakan inovasi dan mampu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat,” kata Afif.
Menurutnya, keterampilan kepramukaan perlu dipadukan dengan inovasi, teknologi dan pengembangan potensi lokal. Terlebih, generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial yang semakin cepat.
Namun perkembangan teknologi juga membawa tantangan lain. Hoaks, perjudian daring, perundungan, kekerasan hingga berbagai persoalan sosial menjadi bagian dari kondisi yang harus dihadapi generasi muda.
Karena itu, menurut Afif, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
“Teknologi boleh berkembang tanpa batas, tetapi karakter harus tetap menjadi pengarahnya. Kecakapan digital harus berjalan bersama integritas, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pengabdian,” tegasnya.
Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, lanjut Afif, tetap menjadi pijakan penting bagi anggota Pramuka dalam menghadapi perubahan tersebut.
Di tengah tuntutan itu, Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo mencatat sejumlah kegiatan dan prestasi sepanjang 2026.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo Indah Nuritasari mengatakan, pembinaan dilakukan melalui berbagai kegiatan mulai dari Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo pada 9 Mei hingga Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab Wonosobo pada 13 Juli 2026.
Kontingen Wonosobo juga meraih predikat Duta Peduli Lingkungan Budaya serta Juara II Putra dalam Giat Siaga Cepat pada Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah.
Pada Jambore Nasional XII di Buperta Wiladatika Cibubur, 13–20 Agustus 2026, sebanyak 32 Pramuka Penggalang asal Wonosobo ikut ambil bagian. Mereka terdiri atas 16 putra dan 16 putri.
Salah satunya, Bhara Lintang Razik dari SMP Negeri 1 Wonosobo, berhasil bergabung dalam Association of Top Achiever Scouts (ATAS) setelah mencapai tingkatan Pramuka Garuda.
Kwarcab Wonosobo juga melaksanakan Estafet Tunas Kelapa pada 5–6 September 2026. Estafet diterima dari wilayah Purworejo sebelum kemudian dilanjutkan menuju Kwarcab Banjarnegara.
Agenda berikutnya, Kwarcab Wonosobo tengah mempersiapkan kontingen untuk mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) XI Jawa Tengah di Kabupaten Kendal pada 26 September hingga 1 Oktober 2026.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada pembinaan dan prestasi. Anggota Pramuka juga diharapkan mampu membawa keterampilan yang diperoleh untuk menjawab persoalan di lingkungan masing-masing.
“Teruslah berkreasi, teruslah berinovasi. Asah keterampilan, bangun kemandirian, dan jadilah generasi yang tidak hanya mampu menghadapi perubahan, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi,” ujar Afif. ***
Editor : Agus Hidayat







