Ad imageAd image

Wonosobo Bidik 10 Emas dan Peringkat 20 di Porprov Jateng 2026 

Lintas Topik Author
5 Min Read
KONI Kabupaten Wonosobo mentargetkan 10 medali emas di Porprov 2026. ( LT / Ida Agus)

Wonosobo (Lintas Topik.com) — Kontingen Kabupaten Wonosobo menargetkan minimal 10 medali emas dan peringkat ke-20 pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan hasil Porprov 2023, ketika Wonosobo meraih dua emas dan menempati peringkat ke-33. 

Ketua KONI Kabupaten Wonosobo, Khozin, mengatakan target itu ditopang persiapan atlet, pengadaan peralatan pertandingan, serta evaluasi pembinaan dari penyelenggaraan sebelumnya. 

“Kalau target medali emas, kita menargetkan minimal 10 medali,” kata Khozin dalam wawancara di studio Lintas Topik, Kamis (15/10/2026). 

Wonosobo akan memberangkatkan 98 atlet dari 23 cabang olahraga. Meski jumlah atlet berkurang dibandingkan Porprov sebelumnya, Khozin optimistis kualitas dan kesiapan mereka dapat memperbaiki posisi Wonosobo dalam klasemen Jawa Tengah. 

Sejumlah cabang menjadi tumpuan perolehan medali, antara lain otomotif melalui balap motor, aero modelling, kickboxing, muaythai, arung jeram, taekwondo, dan paralayang. 

Khozin mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada hasil babak kualifikasi, perkembangan latihan, serta penampilan atlet dalam berbagai kejuaraan dan uji coba. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pada muaythai, Wonosobo akan menurunkan tiga atlet putri. Sementara itu, tim arung jeram putri disiapkan mengikuti empat nomor pertandingan. Kedua cabang tersebut diharapkan ikut menyumbangkan emas. 

Peluang medali juga diharapkan datang dari dua atlet taekwondo yang memiliki pengalaman bertanding hingga ke luar negeri serta satu atlet paralayang yang akan tampil pada dua nomor. 

Dari aero modelling, Arif Abdillah membidik tiga emas dari tiga nomor yang diikutinya. Atlet yang pada Porprov 2023 membela Purbalingga dan meraih dua perunggu itu kini memilih memperkuat daerah asalnya, Wonosobo. 

“Target saya tetap tiga nomor yang saya ikuti emas semua,” ujar Arif. 

Arif menyebut hasil uji coba dan latihan bersama menjadi modal untuk menghadapi persaingan. Pada babak kualifikasi Porprov, ia meraih medali emas dan perak. 

Selain berlatih rutin, Arif telah melakukan penyesuaian peralatan langsung di arena pertandingan di Bandara Ngloram, Blora. Langkah itu dilakukan karena kondisi suhu udara berbeda dengan Wonosobo. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dari cabang otomotif, Rizki Haka menargetkan dua emas pada nomor perorangan dan beregu kelompok usia di atas 23 tahun. Peraih emas pada babak kualifikasi tersebut menyebut pembalap dari Sragen, Karanganyar, dan Semarang sebagai pesaing kuat. 

Menurut Rizki, pengalaman bertemu para pesaing dalam kejuaraan membantu dirinya membaca kekuatan lawan. Timnya juga terus mengevaluasi kondisi kendaraan untuk mendapatkan setelan terbaik menjelang pertandingan. 

Untuk mendukung pencapaian target, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Wonosobo, Suji Riyanto, mengatakan persiapan tahun ini dilakukan melalui pemantauan latihan dan pengukuran kondisi atlet secara berkala. 

Program tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, tes parameter fisik, pemantauan latihan di masing-masing cabang olahraga, serta edukasi pemenuhan gizi. Dukungan medis dan fisioterapi juga disiapkan. 

Tes parameter digunakan untuk melihat daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan daya ledak atlet. Hasilnya menjadi bahan evaluasi bagi tim pembinaan dan pelatih dalam menyusun tindak lanjut latihan. 

“Kalau berbicara yakin, tentu ada dasarnya. Dasarnya dari persiapan, dukungan pemerintah daerah, KONI, atlet, orang tua, pelatih, serta sarana dan prasarana,” kata Suji. 

Ia menjelaskan, pemantauan berlangsung selama enam bulan dalam dua tahap. KONI juga mengevaluasi pelaksanaan program latihan untuk memastikan perkembangan atlet tetap terjaga setelah babak kualifikasi. 

Kebijakan pemberangkatan atlet turut diperketat. Menurut Suji, tahun ini atlet yang diberangkatkan mengacu pada peringkat satu sampai empat dalam babak kualifikasi. Pada penyelenggaraan sebelumnya, cabang tertentu masih memberangkatkan atlet hingga peringkat ketujuh berdasarkan kuota. 

Dari sisi pendanaan, Khozin menyebut tersedia anggaran Rp2 miliar untuk kebutuhan persiapan hingga pelaksanaan Porprov. Anggaran tersebut mencakup peralatan, transportasi, penginapan, konsumsi, uang saku, dan perlengkapan kontingen. 

Pemenuhan peralatan dilakukan bersama pengurus cabang olahraga. Untuk aero modelling, misalnya, KONI mendukung pengadaan pesawat dari Australia yang membutuhkan waktu pemesanan beberapa bulan. 

Khozin mengatakan kebutuhan dasar atlet diupayakan terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi pada pertandingan. Secara umum, ia menyebut persiapan berjalan tanpa hambatan berarti, meski pengaturan latihan sejumlah atlet yang bersekolah atau kuliah di luar daerah memerlukan penyesuaian. 

Kontingen Wonosobo dipimpin Wakil Bupati Amir Husein dan dijadwalkan dilepas pada Jumat (16/10/2026) di Pendopo Bupati Wonosobo. *** 

Editor : Agus Hidayat 

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment