Ad image

Dari Lembaran Daun Pisang ke Tanah Suci: Perjalanan Panjang Painah Menuju Baitullah

4 Min Read

Jeddah (Lintas Topik.com()— Di tengah arus ratusan jemaah yang turun dari pesawat Garuda Indonesia GA-6522 di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Minggu (17/5/2026), sosok Painah berjalan pelan sambil menggenggam tas kecilnya erat-erat. Wajah perempuan 65 tahun asal Dusun Ngedok, Wonosobo Barat itu tampak lelah, namun matanya menyimpan sesuatu yang sulit disembunyikan: haru yang bertahun-tahun ia tunggu akhirnya menjadi nyata.

Tak ada yang istimewa dari penampilan Painah. Ia bukan pengusaha besar, bukan pensiunan pejabat, apalagi orang berada. Sehari-hari, Painah hanya penjual daun pisang di pasar tradisional. Namun justru dari pekerjaan sederhana itulah perjalanan panjang menuju Baitullah dimulai.

Puluhan tahun lamanya, Painah menabung dari hasil menjual lembar demi lembar daun pisang yang ia ambil dari kebunnya sendiri. Hampir setiap dini hari ia berjalan menuju kebun, memotong daun, membersihkannya, lalu membawanya ke pasar untuk dijual.

Penghasilannya tak pernah besar.

Kadang hanya cukup untuk kebutuhan dapur hari itu. Kadang masih harus dibagi untuk membeli pupuk, kebutuhan rumah, hingga membantu keluarga. Tetapi di tengah keterbatasan itu, Painah selalu menyisihkan sebagian kecil uangnya. Sedikit demi sedikit. Ribuan demi ribuan rupiah.

Tak jarang ia harus menahan keinginan membeli sesuatu demi menjaga tabungannya tetap utuh. Baginya, uang hasil jualan daun pisang bukan sekadar untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menjaga mimpi yang ia rawat diam-diam selama bertahun-tahun: berangkat haji.

- Advertisement -

“Kalau bukan niat kuat, mungkin sudah habis untuk kebutuhan lain,” ujar salah satu kerabat yang ikut mengantar keberangkatannya.

Painah, calhaj asaL Wonosobo saudah tiba di Jeddah. (LT ‘ Ida Agus)

Perjalanan Painah menuju tanah suci memang tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia melewati musim panen yang gagal, harga dagangan yang turun, hingga kondisi fisik yang mulai menua. Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah keyakinannya bahwa suatu hari ia akan melihat Ka’bah dengan mata kepala sendiri.

Minggu pagi itu, penantian panjang tersebut akhirnya terjawab.

Painah tergabung dalam Kloter YIA 22 yang berangkat dari Yogyakarta International Airport pukul 05.40 WIB bersama ratusan jemaah lain dari Wonosobo, Sleman, dan Magelang. Total terdapat 360 orang dalam kloter tersebut, terdiri atas 354 jemaah dan enam petugas.

Sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi, pesawat yang membawa Painah mendarat di Jeddah.

Bagi sebagian orang, perjalanan haji mungkin dimulai dari ruang tunggu bandara atau koper-koper besar yang disiapkan beberapa hari sebelum keberangkatan. Namun bagi Painah, perjalanan itu sudah dimulai jauh lebih lama—sejak langkah-langkah kecilnya menuju kebun daun pisang di pagi buta.

- Advertisement -

Di balik lautan manusia yang datang ke tanah suci setiap tahun, selalu ada kisah-kisah sunyi yang jarang terlihat. Kisah tentang perjuangan panjang, tentang doa yang dipelihara dalam diam, dan tentang orang-orang sederhana yang menjaga impian mereka dengan kesabaran luar biasa.

Painah adalah salah satunya.

Kini ia menjadi bagian dari rombongan jemaah yang ditempatkan di Sektor 8 Makkah, tepatnya di Number One Hotel 1. Di usianya yang tak lagi muda, setelah puluhan tahun hidup sederhana dan menabung tanpa lelah, perempuan penjual daun pisang dari Wonosobo itu akhirnya tiba di tanah yang selama ini hanya ia lihat lewat cerita dan tayangan televisi.

Perjalanan Painah seolah mengingatkan bahwa jalan menuju Baitullah tidak selalu dibuka oleh kemewahan atau kemudahan.

Kadang, jalan itu dibangun dari lembaran daun pisang, dari tangan yang tak pernah berhenti bekerja, dan dari keyakinan yang dijaga seumur hidup.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version