Ad image

Fasilitas Aksesibilitas UNSIQ Dinilai Belum Optimal, Mahasiswa Difabel Dorong Perbaikan Layanan Kampus

125 Views
2 Min Read

Wonosobo (LintasTopik.com) — Sejumlah titik fasilitas publik di Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) dinilai belum memenuhi standar aksesibilitas bagi mahasiswa difabel, berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan pada 9 Desember 2025.

Temuan utama mencakup jalur mobilitas kursi roda yang belum merata, akses menuju ruang administrasi yang masih menyulitkan pengguna, serta belum tersedianya alat bantu layanan bagi mahasiswa tuli seperti Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam kegiatan akademik.

Kondisi ini dikuatkan oleh pengalaman langsung mahasiswa disabilitas tuli UNSIQ, Fadia Ahda Sabila, yang menilai kebutuhan layanan inklusif masih belum terpenuhi.

“Kami sangat membutuhkan JBI dalam kegiatan penting seperti bimbingan akademik dan sidang tugas akhir,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, Wakil Rektor III UNSIQ, Dr. M. Elfan Kaukab, menyatakan pihak kampus menyambut baik asesmen yang dilakukan dan berkomitmen melakukan perbaikan bertahap.

“Hasil asesmen ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan sesuai prioritas institusi. UNSIQ berkomitmen meningkatkan aksesibilitas gedung dan layanan kemahasiswaan serta memperluas dialog dengan komunitas disabilitas,” tegasnya.

- Advertisement -

Asesmen dilakukan oleh pemuda disabilitas HWDI DPC Wonosobo bersama Fakultas Teknik UNSIQ dalam rangkaian Program Inklusi Berdaya.

Tim teknik melakukan pengukuran teknis seperti standar kemiringan ramp dan tangga, sementara pemuda disabilitas memberikan evaluasi berbasis pengalaman sebagai pengguna fasilitas.

Kegiatan diawali pembekalan terkait standar aksesibilitas, pemutaran video edukasi interaksi dengan penyandang disabilitas, serta praktik bahasa isyarat dasar yang diikuti mahasiswa dan dosen.

Inisiator kegiatan sekaligus perwakilan Pemuda Inklusi, Ahmad Hafid, berharap kampus melibatkan mahasiswa secara lebih aktif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat sebagai relawan dan teman belajar bagi mahasiswa disabilitas. UNSIQ adalah rumah bagi semua,” katanya.

Hasil asesmen selanjutnya akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi yang diharapkan dapat menjadi praktik baik bagi perguruan tinggi lain di Jawa Tengah.

- Advertisement -

Kegiatan ini menegaskan bahwa inklusi tidak hanya menyangkut perbaikan sarana fisik, tetapi juga budaya pelayanan dan kolaborasi yang berkelanjutan.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version