JAKARTA (Lintas Topik.com) – Kabupaten Wonosobo meraih Mandaya Awards 2026 sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan. Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) itu diberikan di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan di tengah penurunan angka kemiskinan di Wonosobo. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Wonosobo, tingkat kemiskinan turun dari 13,34 persen pada 2025 menjadi 13,12 persen pada 2026. Jumlah penduduk miskin tercatat berkurang 1.620 jiwa menjadi 104.670 orang.
Sejumlah program dijalankan pemerintah daerah untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Sepanjang 2025, Pemkab Wonosobo memperbaiki 1.001 rumah tidak layak huni, memberikan beasiswa kepada 663 anak, serta membangun fasilitas sanitasi bagi 231 keluarga. Pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial dan memberikan perlindungan jaminan kesehatan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Menurut Afif, keberhasilan penanggulangan kemiskinan tidak semestinya hanya diukur dari angka statistik maupun penghargaan yang diperoleh. Hal yang lebih penting adalah dampak program terhadap kehidupan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Wonosobo. Namun, yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, melainkan bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Afif.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan memperoleh pekerjaan agar kesejahteraan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, upaya pemerintah tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Penilaian terhadap program pemberdayaan, kata dia, perlu didasarkan pada dampak nyata, keterlibatan masyarakat, dan keberlanjutan hasil, bukan sekadar pemenuhan administrasi kegiatan.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Abdul Haris, menyampaikan bahwa Mandaya Awards melibatkan 764 kegiatan dan inovasi dengan sekitar 1.600 penggerak. Ia menegaskan, pemberdayaan harus mampu mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya dan mandiri.
Ke depan, Pemkab Wonosobo berencana memperkuat ketepatan sasaran program melalui optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), kolaborasi lintas sektor, perluasan akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelatihan keterampilan masyarakat.
Pemkab Wonosobo berharap langkah tersebut dapat menjaga tren penurunan kemiskinan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. ***
Editor : Agus Hidayat







