Ad imageAd image

‎ Kodim 0707/Wonosobo dan JATUBU Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Reboisasi Beskala Besar

Lintas Topik Author
95 Views
3 Min Read
Dandim 0707 Wonosobo Letkol Ind Yoyok Suyitno melakukan penanaman bibit kopi di Burat Kepil, Kamis (4/12). (LT / Ida Agus)

Wonosobo (Lintas Topik.com) – Upaya menekan risiko longsor dan banjir di wilayah pegunungan Wonosobo kini memasuki fase lebih serius. Kodim 0707/Wonosobo bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) memulai program reboisasi dan pembinaan lingkungan hidup yang dilaksanakan pada Rabu (4/12).

Program yang dilaksanakan di Desa Burat Kecamatan Kepil Wonosobo diarahkan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan yang kian tertekan akibat perubahan tata guna lahan.

Program penanaman melibatkan bibit pohon konservasi dan tanaman produktif—mulai dari kopi, alpukat, nangka, hingga beringin—yang dipilih karena mampu memperkuat daya serap tanah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, menekankan bahwa pemulihan kawasan rawan bencana merupakan bagian dari kontribusi TNI melalui program TMMD.

Menurutnya, banyak lahan miring di Wonosobo yang seharusnya ditanami pohon keras, namun berubah menjadi tanaman jangka pendek yang tak mampu menahan air.

“Jika alam kita jaga, alam pasti menjaga kita. Lahan kritis harus dipulihkan agar kembali menjalankan fungsi hidrologisnya,” tegasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia juga mengingatkan bahwa bencana besar yang pernah terjadi di beberapa daerah menjadi peringatan bagi daerah dengan kontur serupa, termasuk Wonosobo.

Peran JATUBU: Pengawasan Terstruktur hingga Pendampingan Teknis

Ketua Yayasan JATUBU, Mantep Abdul Ghoni, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kodim memudahkan pengawasan karena Babinsa berada di tiap desa.

Perawatan tanaman dilakukan bersama LMDH, Perhutani, dan tenaga teknis dari Dinas Pertanian.

Mantep menegaskan bahwa reboisasi tidak berhenti pada penanaman.

“Kami memastikan setiap bibit dirawat hingga benar-benar tumbuh. Pada program tahap pertama, dari 7.000 bibit kopi, lebih dari 6.600 berhasil bertahan,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Hingga saat ini, dua tahap reboisasi telah menghasilkan penanaman 66 ribu bibit di berbagai wilayah rawan longsor. JATUBU menargetkan 200 ribu bibit tertanam pada tahun ini, serta 1 juta bibit dalam lima tahun.

Mantep menyebut bahwa ketersediaan bibit bukan persoalan utama, melainkan medan dan cuaca yang menantang. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat krusial.

Program ini tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis, tetapi juga dirancang untuk memberi nilai tambah ekonomi. Kopi, alpukat, dan nangka dipilih karena memiliki pasar yang stabil dan dapat membantu meningkatkan pendapatan warga.

Kodim dan JATUBU memastikan warga mendapatkan pendampingan teknis secara berkelanjutan melalui pelatihan budidaya dan monitoring lapangan.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment