Wonosobo (LintasTopik.com) — Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) bersama Koperasi Peternak Sapi Sindoro Sumbing (KPS 3) Wonosobo akan menggelar Kontes Sapi Nasional APPSI Wonosobo 2026 pada 4–5 April 2026 di kawasan wisata Wonoland, Wonosobo.
Mengusung tema “Nyong Nduwe Sapi Maer”, event ini digelar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pengadaan daging dan susu, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi peternak.
Ketua Panitia Kontes, Feri Atanta, mengatakan bahwa kontes ini menjadi bagian dari Jadwal Kontes APPSI Jawa Tengah Seri ke-3, yang digelar setelah Lebaran dan menjelang Idul Adha.
“Kami berharap event ini membuka lembaran baru bagi dunia peternakan di Wonosobo dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Ini bukan sekadar kontes, tetapi ajang kebangkitan peternak,” kata Feri saat konferensi pers, Minggu ( 8/2/2026).
Ia menambahkan, Wonosobo dinilai memiliki potensi besar sebagai sentra sapi nasional, bahkan tercatat memiliki sapi dengan bobot mencapai 1,3 ton, terbesar kedua di Indonesia.
Kontes ini akan mempertandingkan 12 kelas, dengan target minimal 10 peserta di setiap kelas, serta total hadiah mencapai Rp232 juta, termasuk hadiah utama satu unit mobil Daihatsu Ayla dan hadiah khusus berupa sepeda motor listrik bagi pemecah rekor.
Panitia juga berencana menggandeng MURI untuk pencatatan rekor tertentu.
Adapun kategori dan biaya pendaftaran kontes sapi nasional ini meliputi:
Pedet/Baby (≤ 400 kg): Rp500.000
Bakalan PO: Rp500.000
Bakalan Belgian: Rp500.000
Bakalan Non PO: Rp1.000.000
P1: Rp1.000.000
P2: Rp1.000.000
P3: Rp1.000.000
PO Extreme: Rp1.500.000
Belgian Extreme: Rp1.500.000
PO Cross Extreme: Rp1.500.000
Extreme Bebas: Rp2.000.000
Sapi Unik: Rp500.000
Pendaftaran dibuka mulai 8 Februari hingga 31 Maret 2026, atau hingga hari pelaksanaan kontes.
Untuk menjaga kualitas dan kesehatan ternak, panitia menerapkan regulasi ketat sesuai standar APPSI nasional, di antaranya satu sapi hanya boleh mengikuti satu kelas, pemeriksaan kesehatan dan cedera, serta bekerja sama dengan Dinas Peternakan.
Feri menegaskan bahwa Wonosobo saat ini dinyatakan bebas PMK.
“Kontes sapi adalah kontes paling sportif karena berbasis penimbangan. Hasil timbang akan langsung ditampilkan di layar LED, sehingga transparan,” tegasnya.
Lokasi Wonoland disiapkan dengan kapasitas hingga 300 ekor sapi, dilengkapi dua gedung utama dan paddock terbuka.
Sapi ekstrem akan ditempatkan di gedung khusus demi keamanan dan kenyamanan.
Selain kontes, event ini juga akan dimeriahkan dengan festival balon udara, yang untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan kontes sapi di Wonosobo, serta expo peternakan.
Pendaftaran expo dibuka dengan biaya Rp300.000 per peserta.
Melalui kontes ini, APPSI Wonosobo dan KPS 3 berharap dapat meningkatkan populasi sapi, menumbuhkan kelompok tani dan peternak milenial, memperkuat kerja sama antara peternak, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus menjadikan Wonosobo sebagai daerah rujukan dunia peternakan sapi nasional.***
Editor : Agus Hidayat
