Ad image

Langit Wonosobo Dihiasi 39 Balon Udara, Java Balloon Attraction 2026 Sedot Ribuan Wisatawan 

4 Min Read
Javas Balloon Attraction 2026 kembali digelar di Obyek Wisata Kalianget dan diikuti 39 tim. ( LT/Ida Agus)

WONOSOBO (Lintas Topik.com) – Langit kawasan Objek Wisata Kalianget, Wonosobo, dipenuhi warna-warni balon udara tradisional dalam gelaran Java Balloon Attraction 2026, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 39 tim balon ambil bagian dalam event tahunan yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Wonosobo tersebut. 

Mengusung tema “The Sky of Heritage”, kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo sekaligus mengisi masa liburan sekolah yang masih berlangsung. 

Kabid Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fatonah Ismangil, mengatakan tema yang diangkat tahun ini merepresentasikan upaya menghubungkan dan melestarikan warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Wonosobo. 

“Melalui tema The Sky of Heritage, kami ingin memadukan warisan budaya yang selama ini menjadi identitas masyarakat Wonosobo. Tradisi balon udara Wonosobo merupakan kekayaan budaya yang telah mendapatkan pengakuan dan perlindungan,” ujarnya. 

Menurut Fatonah, tradisi balon Wonosobo telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 2025. Selain itu, tradisi tersebut juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan. 

Pada atraksi tahun ini, panitia menampilkan dua formasi utama, yakni Gunung Sindoro dan Telaga Menjer, yang dipilih karena menjadi ikon pariwisata Kabupaten Wonosobo. 

- Advertisement -

“Kami memilih Gunung Sindoro dan Telaga Menjer karena keduanya merupakan ikon wisata yang sangat dikenal masyarakat luas. Formasi balon udara tradisional tiga dimensi tidak mudah dibuat karena harus mempertimbangkan arah angin, cuaca, dan kemampuan daya tahan balon,” jelasnya. 

Dalam pelaksanaannya, balon udara diterbangkan secara tertambat dengan ketinggian maksimal 45 meter, sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku. 

Peserta Java Ballon Attraction 2026 mempersiapkan untuk penerbangan balon udaranya. (LT/ Ida Agus)

Fatonah menegaskan, seluruh balon yang mengikuti atraksi wajib ditambatkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2018 tentang pengendalian balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. 

“Di event apa pun, balon udara tradisional tetap harus ditambatkan demi keselamatan penerbangan dan masyarakat,” katanya. 

Selain atraksi balon udara, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional Lengger, penampilan grup musik, serta lomba kreativitas suporter peserta. 

Ia menilai penyelenggaraan tahun ini berlangsung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor cuaca yang cerah dan bertepatan dengan liburan sekolah turut mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. 

- Advertisement -

“Alhamdulillah tahun ini lebih baik dan lebih tertata. Cuaca sangat bersahabat sehingga pengunjung yang datang juga lebih banyak dibanding tahun lalu,” ujarnya. 

Antusiasme tidak hanya datang dari wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. Salah satunya Fuji, wisatawan asal Jepang yang mengaku terkesan dengan kemeriahan acara tersebut. 

“Festival ini sangat besar. Balonnya bagus-bagus dengan desain yang menarik. Saya belum pernah melihat balon seperti ini di Jepang,” kata Fuji. 

Ia mengetahui adanya Java Balloon Attraction dari rekan bisnisnya dan sengaja datang ke Wonosobo untuk menyaksikan langsung atraksi tersebut. 

“Menurut saya ini luar biasa. Sangat menarik dan menjadi pengalaman yang berbeda,” tuturnya. 

Sebelumnya, panitia menerima 116 pendaftar yang ingin berpartisipasi dalam Java Balloon Attraction 2026. Namun setelah melalui proses seleksi, hanya 39 tim balon yang ditetapkan untuk mengikuti atraksi tahun ini. 

Melalui gelaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap tradisi balon udara yang telah menjadi identitas daerah semakin dikenal luas serta mampu memperkuat daya tarik wisata Wonosobo di tingkat nasional maupun internasional.*** 

Editor : Agus Hidayat 

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version