Ad imageAd image

Pingsan Usai Kena Pukulan di Ronde Pertama, Petinju Wonosobo Dilarikan ke RS 

Ida Agus
3 Min Read
Petinju Wonosobo M. Yahya Hendria Putra dijenguk Wakil Bupati Amir Hussen di RS usai dirinya pingsan tekena pukulan di ronde pertama. ( LT/ dokj. Muharno )

Semarang (Lintas Topik.com) – Petinju Wonosobo, M Yahya Hendria Putra, harus dilarikan ke RS Wongsonegoro, Kota Semarang, setelah kalah knockout (KO) pada ronde pertama pertandingan tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII, Senin (26/10/2026).  

Petinju asal Glagah, Sapuran, itu sempat pingsan setelah menerima pukulan uppercut di bagian dagu dari lawannya, Musa Cahyadi, petinju asal Sukoharjo. 

Insiden tersebut terjadi pada menit-menit awal ronde pertama dalam pertandingan yang berlangsung di Sasana Tinju GOR Manunggal Jati, Pedurungan, Semarang. 

Setelah menerima pukulan dan terjatuh di atas ring, Yahya langsung mendapat pertolongan dari tim medis. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, atlet tinju Wonosobo tersebut kemudian dibawa ke RS Wongsonegoro. 

Siuman dalam Perjalanan ke Rumah Sakit 

Kondisi Yahya mulai membaik dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia dilaporkan siuman sebelum tiba di RS Wongsonegoro. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski demikian, petinju muda tersebut direkomendasikan untuk tetap menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit hingga kondisinya dinilai benar-benar pulih. 

Berdasarkan informasi terakhir, Yahya telah berada dalam kondisi sehat dan hanya membutuhkan istirahat untuk memulihkan kebugarannya. 

Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, bersama Ketua KONI Wonosobo, Khozin, turut mengantar Yahya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Wongsonegoro. Keduanya ingin memastikan atlet tersebut mendapatkan penanganan medis setelah mengalami insiden di atas ring. 

Wabup Apresiasi Perjuangan Atlet Tinju 

Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein mengapresiasi perjuangan para atlet tinju yang berlaga di Porprov Jateng XVII. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik agar atlet dapat bertanding dalam kondisi prima. 

Menurutnya, atlet tinju tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga mental juara dan semangat bertanding. Namun, olahraga tinju memiliki risiko cedera yang perlu menjadi perhatian. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saya mengapresiasi perjuangan atlet tinju yang begitu gigih untuk memenangkan pertandingan. Meski sempat terluka bahkan sampai pingsan, mereka tidak menyerah. Olahraga tinju memang salah satu cabor yang penuh risiko atlet mengalami cedera,” ujarnya. 

Insiden yang dialami M Yahya menjadi salah satu peristiwa dalam perjuangan kontingen tinju Wonosobo pada Porprov Jawa Tengah XVII yang berlangsung di Semarang. *** 

Editor : Agus Hidaya

Sumber : KONI Wonosobo

Share This Article
Leave a Comment