Ad image

Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7, Perketat Pengawasan Buronan Internasional

2 Min Read
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko bersama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto usai peluncuran I-GHAS 24/7 di Jakarta. ( LT/ ida Agus)

Jakarta (Lintas Topik.com) – Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara di pintu perlintasan Indonesia.

Aplikasi tersebut diluncurkan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Melalui sistem ini, petugas imigrasi dapat melakukan verifikasi lebih cepat terhadap orang yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional melalui jaringan Interpol yang mencakup 196 negara anggota.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, kehadiran I-GHAS 24/7 akan mempercepat pertukaran informasi antara petugas imigrasi di wilayah perlintasan dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” kata Hendarsam.

Dengan sistem tersebut, apabila ditemukan indikasi kecocokan data seseorang dengan daftar buronan internasional, petugas dapat segera berkoordinasi dengan Divhubinter Polri untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut peluncuran I-GHAS 24/7 sebagai terobosan kolaboratif antara Polri dan Imigrasi dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.

- Advertisement -

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” ujar Suyudi.

Menurutnya, penguatan pengawasan tersebut penting mengingat semakin kompleksnya penanganan kejahatan transnasional, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.

Hendarsam menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kebutuhan dalam memperkuat pengawasan lalu lintas orang di wilayah perbatasan. Namun, peningkatan pengawasan tetap harus berjalan seiring dengan kelancaran pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.

Ke depan, pengembangan I-GHAS 24/7 direncanakan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.

“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” kata Hendarsam.

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version