Ad imageAd image

Sekte Pengabdi Silaturahmi, Cara Barista Wonosobo Merawat Persaudaraan Lewat Kopi 

Lintas Topik Author
4 Min Read
40 barista Wonosobo yang tergabung dalam Komnitas Sekte Pengabdi Silaturahmi mengikuti kompetisi Midnight Brewer Battle. ( LT / Ida Agus)

Wonosobo (Lintas Topik.com) – Azizi, seorang barista muda di Wonosobo, tertantang menguji kemampuan meracik kopi di hadapan puluhan rekan seprofesinya. Bukan di balik meja kedai tempatnya bekerja, kali ini ia harus menunjukkan keterampilan seduh dalam sebuah kompetisi yang berlangsung hingga dini hari, setelah menyelesaikan shift kerja.

Bagi Azizi, mengikuti kompetisi meracik kopi setelah menyelesaikan shift kerja bukan semata-mata soal adu keterampilan.  

Ada kesempatan belajar, menguji kemampuan diri, sekaligus bertemu dengan sesama barista yang membuat rasa lelah setelah bekerja seharian terasa terbayar. 

Pengalaman itu ia rasakan saat mengikuti Midnight Brewers Battle, kompetisi yang mempertemukan 40 barista dari berbagai kedai kopi di Wonosobo, Senin (19/10/2026) malam hingga Selasa (20/10/2026) dini hari. 

Di meja seduh, para peserta ditantang menunjukkan kemampuan meracik kopi dengan teknik dan perhitungan yang tepat. Mereka harus memperhatikan suhu air, rasio seduhan, tingkat kehalusan gilingan, hingga waktu ekstraksi untuk mendapatkan karakter rasa kopi yang diinginkan. 

Bagi Azizi, tantangan terbesarnya justru menjaga konsentrasi ketika kondisi tubuh mulai lelah.  

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menyeduh kopi di bawah sorotan lampu, dinilai langsung oleh juri, dan disaksikan puluhan rekan seprofesi menghadirkan tekanan tersendiri. 

Apalagi, biji kopi yang digunakan disediakan panitia sehingga peserta harus menyesuaikan teknik seduh dengan karakter biji yang dihadapi.  

Ketepatan gerakan tangan saat menuangkan air dari kettle pun menjadi bagian penting dalam proses tersebut. 

Namun, suasana kompetisi tidak semata-mata membuat para peserta sibuk memikirkan hasil racikan masing-masing.  

Mereka juga punya kesempatan melihat cara rekan seprofesi mengolah kopi, mulai dari mengatur suhu air, menentukan pola tuangan, hingga mengelola waktu ekstraksi. 

Perbedaan pendekatan itu menjadi bahan belajar yang berharga. Ada teknik yang bisa dicoba, kebiasaan kerja yang bisa diperbaiki, dan pengalaman baru yang dapat diterapkan ketika kembali melayani pelanggan di kedai masing-masing. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Azizi, misalnya, ingin lebih disiplin menggunakan timbangan digital, mengukur suhu air, dan menjaga kebersihan meja kerja.  

a juga merasa pengalaman berkompetisi bisa membantunya lebih percaya diri saat menjelaskan karakter rasa kopi kepada pelanggan. 

Di luar urusan teknik seduh, ada hal lain yang membuat pertemuan para barista ini terasa berbeda.  

Mereka menyebut gerakan tersebut sebagai sekte pengabdi silaturahmi, sebuah istilah yang menggambarkan semangat menjaga persaudaraan di tengah persaingan. 

Panitia penyelenggara, Ahmad Agung, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi barista seiring pesatnya pertumbuhan kedai kopi di Wonosobo. 

Menurut Agung, kemampuan meracik kopi perlu terus diasah agar kualitas sajian di setiap kedai tetap terjaga. 

 Penguasaan teknik ekstraksi juga membantu barista menampilkan karakter terbaik biji kopi, baik Arabika maupun Robusta, sekaligus menggunakan bahan baku secara lebih efisien. 

Namun, bagi komunitas ini, kompetisi bukan alasan untuk saling menjatuhkan. 

“Kami sering menyebut gerakan ini sebagai ‘sekte pengabdi silaturahmi’ karena kompetisi ini bukan soal siapa yang paling jago, melainkan cara kami merawat persaudaraan dan saling merangkul sesama pekerja seni seduh di Wonosobo,” kata Agung. 

Semangat itulah yang ingin mereka jaga. Para barista boleh datang dengan teknik, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda, tetapi semuanya punya kesempatan untuk saling belajar. 

Agung berharap Midnight Brewers Battle dapat digelar secara rutin. Selain menjadi ruang bagi barista untuk mengasah keterampilan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat jejaring pelaku industri kopi lokal. 

Sebab, di balik secangkir kopi yang tersaji di meja pelanggan, ada keterampilan yang terus diasah dan proses belajar yang tidak berhenti ketika jam kerja berakhir. Bagi para barista Wonosobo, meja seduh juga menjadi tempat merawat persaudaraan. *** 

Editor : Agus Hidayat 

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment