Seattle ( Lintas Topik.com) – Saat Bosnia dan Herzegovina membutuhkan kemenangan atas Qatar untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, sorotan justru mengarah kepada seorang pemain yang belum genap berusia 19 tahun.
Kerim Alajbegović menjadi pembuka kemenangan Bosnia dalam laga yang berakhir 3-1 di Seattle. Gol yang dicetaknya pada menit ke-29 bukan hanya mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga menjaga harapan Bosnia untuk tetap bertahan di turnamen.
Bagi sebagian penggemar sepak bola, nama Alajbegović mungkin masih terdengar asing. Namun di Bosnia, pemain muda ini mulai dianggap sebagai salah satu wajah masa depan tim nasional.
Kerim lahir di Köln, Jerman, pada 21 September 2007. Ia tumbuh dan belajar sepak bola dalam sistem pembinaan Jerman yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. Karier mudanya dimulai di akademi 1. FC Köln sebelum berlanjut ke Bayer Leverkusen, klub yang beberapa tahun terakhir dikenal sukses melahirkan pemain-pemain muda berbakat.
Meski lahir dan besar di Jerman, Alajbegović memilih membela Bosnia dan Herzegovina, negara asal keluarganya. Ia tidak pernah bermain untuk tim nasional kelompok umur Jerman dan sejak awal lebih memilih meniti karier internasional bersama Bosnia. Langkahnya dimulai dari level U-15, kemudian U-17, U-19, U-21, hingga akhirnya menembus tim nasional senior.
Perkembangannya membuat Red Bull Salzburg merekrutnya pada 2025. Klub Austria tersebut dikenal sebagai tempat berkembangnya banyak pemain muda yang kemudian sukses di kompetisi elite Eropa. Di sana, Alajbegović mulai mendapat perhatian sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Bosnia saat ini.
Namun perjalanan menuju Piala Dunia tidak datang begitu saja. Sebelum tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Alajbegović lebih dulu memainkan peran penting dalam babak playoff. Ia mencatatkan assist penting saat Bosnia menghadapi Wales dan ikut menjadi eksekutor penalti saat timnya memastikan tiket ke putaran final.
Kepercayaan pelatih Sergej Barbarez kepada pemain berusia 18 tahun itu kembali terbayar saat menghadapi Qatar. Di tengah tekanan untuk meraih kemenangan, Alajbegović tampil tenang dan mencetak gol yang membuka jalan bagi Bosnia meraih tiga poin.
Di negara yang selama bertahun-tahun identik dengan sosok Edin Džeko, kemunculan Alajbegović menjadi angin segar. Usianya masih sangat muda, tetapi ia sudah mendapat panggung di ajang terbesar sepak bola dunia.
Gol ke gawang Qatar mungkin hanya satu momen dalam perjalanan kariernya. Namun bagi Bosnia, gol itu bisa menjadi pertanda lahirnya generasi baru yang akan membawa harapan mereka pada tahun-tahun mendatang. ***
Sumber : FIFA
Editor : Agus Hidayat
