Ad imageAd image

Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Kehilangan Dua Poin di Piala Dunia 2026

Lintas Topik Author
5 Min Read
Kiper Tanjung Verde, Vozinha berhasil tampil gemilang saat menghadapi Spanyol dan menahan imbang tim negeri matador. ( LT / istimewa)

Atlanta ( Lintas Topik.com) – Hasil imbang tanpa gol antara Spanyol dan Tanjung Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026 melahirkan satu nama yang mendadak menjadi perbincangan. Bukan Lamine Yamal, bukan Ferran Torres, dan bukan pula pelatih Luis de la Fuente.

Sorotan justru mengarah kepada sosok di bawah mistar gawang Tanjung Verde: Vozinha.

Kiper veteran itu menjadi aktor utama di balik keberhasilan Tanjung Verde menahan salah satu unggulan juara dengan skor 0-0 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6/2026). 

Berulang kali ia menggagalkan peluang emas Spanyol hingga membuat tim berjuluk La Roja harus puas berbagi angka pada laga pembuka mereka.

Bagi banyak penggemar sepak bola, nama Vozinha mungkin terdengar asing. 

Namun bagi Tanjung Verde, penjaga gawang berusia 40 tahun itu merupakan salah satu figur paling penting dalam perjalanan bersejarah negara kepulauan Afrika Barat tersebut menuju putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tembok yang Sulit Ditembus

Sejak menit awal pertandingan, Spanyol tampil sesuai prediksi. Mereka menguasai bola, mendikte permainan, dan terus menekan pertahanan lawan.

Data pertandingan menunjukkan Spanyol melepaskan 27 tembakan sepanjang laga. Namun seluruh upaya itu berakhir sia-sia.

Vozinha tampil luar biasa di bawah mistar. Ia tercatat melakukan tujuh penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, dan Aymeric Laporte.

Semakin lama pertandingan berjalan, frustrasi para pemain Spanyol semakin terlihat. Serangan terus dibangun, peluang terus diciptakan, tetapi gol yang ditunggu tak kunjung datang.

Sebaliknya, kepercayaan diri para pemain Tanjung Verde terus meningkat. Mereka tahu memiliki penjaga gawang yang sedang menjalani salah satu malam terbaik dalam kariernya.

Penampilan impresif tersebut membuat Vozinha terpilih sebagai Player of the Match.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bukan Kiper dari Klub Elite

Nama lengkap Vozinha adalah Josimar José Évora Dias. Ia lahir di Mindelo, Tanjung Verde, pada 3 Juni 1986.

Tidak seperti banyak pemain yang mencuri perhatian di Piala Dunia, karier Vozinha tidak dibangun di klub-klub elite Eropa. Ia lebih banyak menghabiskan perjalanan profesionalnya di klub-klub yang jauh dari sorotan media internasional.

Sepanjang kariernya, ia pernah bermain di Angola, Moldova, Siprus, Slovakia, hingga Portugal. Saat ini ia memperkuat Chaves, klub yang berkompetisi di kasta kedua sepak bola Portugal.

Meski tak pernah merasakan gemerlap Liga Champions atau bermain untuk klub raksasa, Vozinha tetap menjadi salah satu pemain paling konsisten yang dimiliki Tanjung Verde dalam satu dekade terakhir.

Sejak menjalani debut bersama tim nasional pada 2012, ia telah menjadi andalan di bawah mistar dan ikut membawa negaranya menembus berbagai turnamen besar Afrika.

Bagi sebagian pemain, usia 40 tahun adalah masa untuk menikmati penghujung karier. Namun bagi Vozinha, usia tersebut justru menghadirkan pengalaman terbesar dalam hidupnya.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertamanya di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Momen itu terasa semakin istimewa karena Tanjung Verde juga berstatus debutan. Negara berpenduduk sekitar setengah juta jiwa tersebut akhirnya berhasil menembus putaran final setelah bertahun-tahun hanya menjadi penantang di level Afrika.

Ketika peluit akhir dibunyikan di Atlanta, para pemain Tanjung Verde merayakan hasil imbang itu layaknya kemenangan. Di tengah euforia tersebut, Vozinha terlihat menitikkan air mata.

Bagi sang kiper, hasil imbang melawan Spanyol bukan sekadar tambahan satu poin di klasemen. Itu adalah puncak dari perjalanan panjang yang telah ia tempuh selama lebih dari dua dekade sebagai pesepak bola profesional.

Pahlawan Baru Tanjung Verde

Hasil imbang melawan Spanyol langsung masuk dalam daftar kejutan terbesar pada fase awal Piala Dunia 2026. Banyak pihak sebelumnya memperkirakan La Roja akan melewati laga pembuka dengan nyaman.

Namun sepak bola kerap menghadirkan cerita yang sulit ditebak.

Di Atlanta, cerita itu ditulis oleh seorang kiper yang tidak bermain di klub elite, tidak memiliki status bintang dunia, dan baru merasakan atmosfer Piala Dunia pada usia 40 tahun.

Spanyol memang kehilangan dua poin penting dalam perburuan tiket ke babak berikutnya. Namun di sisi lain, dunia sepak bola mendapatkan sosok baru yang layak dikenang.

Namanya Vozinha.

Dan untuk satu malam di Atlanta, ia berhasil membuat salah satu raksasa sepak bola dunia menyerah. ***

Sumber : FIFA

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment