Ad image

Tanah Ambles di Kasiran Wonosobo Meluas, Rumah Warga Dibongkar dan Akses Jalan Dibatasi

42 Views
3 Min Read
oplus_34

Wonosobo (Lintas Topik.com) — Tanah ambles di kawasan permukiman warga Kasiran Baru, RT 03 RW 06, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, terus melebar hampir tiga pekan sejak kejadian pertama.

Kondisi tersebut memaksa satu rumah warga yang berada tepat di lokasi amblesan dibongkar sebagian, karena dinilai membahayakan keselamatan penghuni dan lingkungan sekitar.

Tanah ambles pertama kali terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

Meski saat kejadian cuaca relatif cerah, aliran air hujan dari hari sebelumnya diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah.

Ketua RW 06 Kasiran Baru, Agus Sumarna, mengungkapkan bahwa gejala amblesan sebenarnya sudah terlihat sejak lama.

Salah satu tanda awalnya adalah munculnya lubang kecil di sekitar tugu gapura lingkungan setempat, yang saat itu masih dapat dilalui aliran air dan kemudian ditutup secara swadaya menggunakan batu.

- Advertisement -

“Awalnya lubangnya kecil di dekat gapura. Waktu itu kami tutup karena belum terlihat berbahaya,” ujar Agus kepada Lintas Topik, Minggu (25/1).

Namun seiring waktu dan intensitas hujan yang tinggi, kondisi di bawah permukaan tanah semakin parah.

Sekitar tiga hingga empat pekan sebelum kejadian besar, warga mulai melihat rongga di bawah tanah yang menyerupai terowongan aliran air.

Saat ini, amblesan diperkirakan memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dengan lebar mencapai dua meter, dan terus bertambah setiap kali hujan turun.

Salah satu bangunan warga di titik terdekat bahkan mulai mengalami kemiringan, sehingga diputuskan untuk dibongkar sebagian sebagai langkah antisipasi.

Amblesan tersebut diduga kuat berkaitan dengan gorong-gorong lama peninggalan era Belanda yang berada di bawah permukiman.

- Advertisement -

Gorong-gorong tersebut merupakan saluran air utama yang menampung limpahan air dari wilayah Kota Wonosobo dan mengalirkannya ke bagian bawah kawasan permukiman.

“Kalau hujan deras, limpahan air dari arah kota masuk semua ke saluran itu dan terus menggerus tanah di bawah,” jelas Agus.

Dampak amblesan juga mulai mengganggu akses lalu lintas warga. Saat ini, kendaraan roda empat sudah tidak diperbolehkan melintas dan harus memutar, sementara akses jalan hanya diizinkan untuk sepeda motor dengan pengawasan warga setempat.

“Kalau kondisi semakin membahayakan dan lubang bertambah lebar, jalan itu akan kami tutup total,” tegasnya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo telah melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi kejadian.

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga telah dilakukan, namun hingga kini penanganan permanen masih menunggu kepastian anggaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, mengingat lokasi amblesan berada di kawasan padat penduduk dan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar jika dibiarkan.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version