Wonosobo (Lintas Topik.com) — Seorang balita menangis sendirian di dalam tenda Gunung Prau, Wonosobo, saat kedua orang tuanya pergi menuju puncak, Kamis (15/10/2026). Anak tersebut sebelumnya dititipkan kepada teman orang tuanya yang berkemah di tenda sebelah, tetapi orang yang dititipi juga tertidur.
Video kejadian itu kemudian viral di media sosial. Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Solihun, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut Solihun, orang tua balita asal Semarang itu semula bertanya kepada sesama pendaki mengenai waktu perjalanan menuju puncak. Setelah mendapat jawaban sekitar 30 menit, keduanya memutuskan berangkat.
Saat itu, anak mereka sedang tidur di dalam tenda. Keduanya kemudian menitipkan sang anak kepada teman yang tendanya bersebelahan.
“Ketika anak itu terbangun, teman yang dititipi ternyata juga tertidur. Anak tersebut kemudian menangis,” kata Solihun kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).
Tangisan anak yang tidak kunjung berhenti menarik perhatian pendaki lain. Ketika didatangi, anak tersebut berada sendirian di dalam tenda.
Pendaki lain berusaha menenangkannya. Namun, menurut Solihun, tangisan anak itu justru semakin keras hingga akhirnya kedua orang tuanya kembali.
Orang tua kemudian menyampaikan terima kasih kepada pendaki yang membantu serta meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, rekaman peristiwa itu telanjur diunggah dan menyebar di media sosial.
Solihun mengatakan keluarga tersebut datang ke basecamp pada Sabtu (17/10/2026) untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.
Mereka juga meminta agar video anaknya diturunkan dari media sosial karena wajah balita tersebut ditampilkan tanpa disensor. Menurut Solihun, penyebaran video dan hujatan warganet menjadi beban bagi keluarga.
Ia memastikan balita beserta rombongannya turun dengan selamat.
“Semuanya selamat. Anak tersebut juga dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya.
Solihun mengingatkan pendaki yang membawa anak agar tidak melepas pengawasan selama berada di gunung. Tanggung jawab mendampingi anak berada pada orang tua atau pendamping.
“Apalagi meninggalkan anak sendirian, itu memang tidak benar. Harapan kami, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semuanya, terutama orang tua yang ingin membawa anak ke gunung,” katanya.
Ia juga meminta para pendaki tidak terpisah dari rombongan. Kondisi perkemahan dengan banyak tenda serupa dapat menyulitkan pencarian anggota rombongan, terutama pada malam hari. ***
Editor : Agus Hidayat







