Wonosobo (Lintas Topik.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menutup akhir tahun 2025 dengan sederet prestasi tingkat nasional.
Berbagai penghargaan berhasil diraih dalam penilaian kinerja yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia sebagai bagian dari evaluasi kelembagaan sepanjang tahun 2025.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan Konsolidasi Nasional Bawaslu RI yang berlangsung pada 7–10 Desember 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.
Salah satu capaian penting adalah diraihnya Electoral Supervisory Leadership Award (ESLA) 2025 kategori Juara Harapan II oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, M. Amin, dalam penilaian kepemimpinan pengawasan pemilu tingkat provinsi se-Indonesia.
Tak hanya itu, pada 20 Desember 2025, Bawaslu Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan kehumasan nasional, masing-masing Terbaik II Konten Terpopuler, Terbaik II Siaran Pers Terbaik, dan Terbaik II Konten Ramah Disabilitas.
Di bidang pengawasan, Bawaslu Jawa Tengah juga tampil dominan dengan menyabet sejumlah penghargaan, yakni Terbaik I Pengawasan Partisipatif, Terbaik II Pengawasan, Terbaik III Hubungan Antar Lembaga, serta Terbaik V Pencegahan.
Pada momentum yang sama, Bawaslu Kabupaten Wonosobo turut mengharumkan nama daerah dengan meraih Terbaik V Bidang Pencegahan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut.
Menurutnya, raihan prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif serta koordinasi yang solid antara Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dengan jajaran Bawaslu kabupaten/kota.
“Penghargaan ini menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran Bawaslu di Jawa Tengah.
Kami berharap capaian tahun 2025 menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja pengawasan di tahun 2026 sekaligus memperkuat kesiapan Bawaslu dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029,” ujar Sarwanto.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Bawaslu Jawa Tengah sebagai salah satu lembaga pengawas pemilu yang konsisten dalam inovasi, kolaborasi, dan penguatan partisipasi publik dalam demokrasi.***
Editor : Agus Hidayat







