Atlanta (Lintas Topik.com) – Kejutan terbesar sejauh ini di Piala Dunia 2026 lahir di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6/2026).
Tim debutan Tanjung Verde berhasil menahan salah satu unggulan juara, Spanyol, dengan skor 0-0 pada laga pembuka Grup H.
Di atas kertas, laga ini diprediksi berlangsung timpang. Spanyol datang sebagai juara Eropa sekaligus salah satu kandidat kuat peraih trofi, sementara Tanjung Verde baru pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia.
Namun prediksi itu runtuh selama 90 menit pertandingan.
Spanyol mendominasi permainan sejak awal. Tim asuhan Luis de la Fuente menguasai hampir 75 persen penguasaan bola dan terus menekan pertahanan lawan.
Meski demikian, rapatnya organisasi pertahanan Tanjung Verde membuat La Roja frustrasi sepanjang pertandingan.
Peluang terbaik Spanyol pada babak pertama lahir melalui Ferran Torres. Penyerang itu melepaskan tembakan jarak dekat yang hanya membentur mistar gawang.
Dari situasi lanjutan, sundulan Mikel Oyarzabal kembali digagalkan penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha.
Reuters mencatat, kiper berusia 40 tahun itu juga menggagalkan sejumlah peluang berbahaya lainnya dari Torres dan Aymeric Laporte.
Vozinha menjadi figur sentral di balik hasil bersejarah tersebut. Kiper veteran itu berkali-kali tampil gemilang di bawah mistar dan akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Seusai laga, ia tampak emosional setelah membantu negaranya meraih poin pertama sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Pada babak kedua, Spanyol meningkatkan tekanan. Luis de la Fuente memasukkan wonderkid Lamine Yamal pada menit ke-71 untuk menambah kreativitas serangan.
Kehadiran pemain Barcelona itu membuat permainan Spanyol lebih hidup, tetapi tetap tidak cukup untuk membongkar pertahanan lawan.
Justru pada menit-menit akhir, Tanjung Verde nyaris mencuri kemenangan. Sundulan Diney Borges mengancam gawang Spanyol, tetapi masih mampu diamankan oleh Unai Simon.
Statistik menunjukkan betapa dominannya Spanyol. Mereka mencatat 27 tembakan dan menguasai sekitar 74 persen bola.
Namun seluruh keunggulan itu tidak mampu dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, Tanjung Verde mempertontonkan disiplin bertahan yang luar biasa dan bahkan hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan.
Hasil imbang ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah fase grup Piala Dunia.
Negara kepulauan berpenduduk kurang dari 500 ribu jiwa itu sukses menahan tim yang menempati papan atas ranking dunia dan digadang-gadang sebagai kandidat juara.
Bagi Spanyol, hasil tersebut menjadi alarm dini dalam persaingan Grup H. Sementara bagi Tanjung Verde, satu poin dari laga debut melawan raksasa Eropa terasa layaknya sebuah kemenangan. ***
Sumber : FIFA, Reuters
Editor : Agus Hidayat







