Ad imageAd image

Lamouchi Jadi Korban Pertama Piala Dunia 2026, Tunisia Berjudi dengan Penunjukan Hervé Renard

Lintas Topik Author
4 Min Read
Tunisia memecat Sabri Lamouchi dari kursi pelatih setelah kaLT lah telak 1-5 dsari Swedia. ( LT'/ istimewa)

Monterrey ( Lintas Topik.com) — Piala Dunia 2026 baru berjalan satu pertandingan bagi Tunisia. Namun, petualangan Sabri Lamouchi di kursi pelatih sudah berakhir.

Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih berusia 54 tahun itu menyusul kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Keputusan tersebut menjadikan Lamouchi sebagai pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya di Piala Dunia 2026.

Sebagai pengganti, FTF menunjuk Hervé Renard, nama yang tidak asing bagi pencinta sepak bola internasional. Pelatih asal Prancis itu dikontrak untuk memimpin Tunisia hingga akhir turnamen, dengan peluang melanjutkan kerja sama secara jangka panjang apabila mampu memenuhi target yang ditetapkan federasi.

Pergantian ini menunjukkan betapa besarnya guncangan yang ditimbulkan kekalahan dari Swedia. Tunisia datang ke Piala Dunia dengan harapan mampu bersaing di grup yang juga dihuni Jepang dan Belanda. Namun kenyataan di Monterrey justru memperlihatkan sebaliknya.

Lini pertahanan yang selama masa kualifikasi dikenal disiplin dan sulit ditembus mendadak rapuh. Swedia dengan leluasa membongkar pertahanan Elang Kartago dan mencetak lima gol, meninggalkan Tunisia di dasar klasemen Grup F dengan selisih gol minus empat.

Bagi Lamouchi, hasil itu menjadi puncak dari serangkaian performa yang kurang meyakinkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 Mantan pelatih Pantai Gading tersebut baru ditunjuk pada Januari 2026 dengan kontrak hingga 2028. 

Namun dalam lima pertandingan bersama Tunisia, ia hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan. 

Menjelang Piala Dunia, Tunisia bahkan sempat dibantai Belgia 0-5 dalam laga uji coba.

Situasi itu membuat federasi memilih langkah ekstrem. Di tengah turnamen terbesar sepak bola dunia, mereka memutuskan mengganti nahkoda dengan harapan dapat menyelamatkan peluang lolos ke babak berikutnya.

Herve Renard mantan pelatih Arab Saudi ditunjuk sebagai pelatih Tunisia ditengah gelaran Pial;a Dunia 2026. ( LT / istimewa)

Pilihan kemudian jatuh kepada Renard, sosok yang memiliki reputasi sebagai spesialis turnamen.

 Namanya melambung setelah membawa Zambia menjuarai Piala Afrika 2012 dan mengulang prestasi serupa bersama Pantai Gading pada 2015.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 Ia juga pernah menangani Maroko di Piala Dunia 2018 dan mencatat salah satu kejutan terbesar sejarah sepak bola ketika membawa Arab Saudi menumbangkan Argentina pada Piala Dunia 2022.

Menariknya, Renard memiliki keterkaitan tidak langsung dengan Lamouchi. Pada 2014, ia pernah ditunjuk Pantai Gading untuk menggantikan Lamouchi yang mundur setelah Piala Dunia Brasil. Lebih dari satu dekade kemudian, cerita serupa kembali terulang, kali ini di Tunisia.

Tugas pertama Renard tidak akan mudah. Waktu persiapan yang dimiliki sangat singkat, sementara Tunisia harus segera menghadapi Jepang dalam pertandingan yang bisa menentukan nasib mereka di turnamen.

 Setelah itu, tantangan lebih berat menanti saat berhadapan dengan Belanda, salah satu kandidat kuat lolos dari Grup F.

Namun, federasi tampaknya percaya bahwa pengalaman Renard dalam situasi tekanan tinggi dapat memberikan efek instan. 

Di Piala Dunia yang kini memungkinkan sejumlah tim peringkat ketiga lolos ke fase gugur, peluang Tunisia memang belum sepenuhnya tertutup.

Pertanyaannya kini sederhana: apakah pergantian pelatih yang begitu cepat mampu mengubah arah perjalanan Tunisia?

Jawabannya akan mulai terlihat saat Renard berdiri di tepi lapangan untuk pertama kalinya. Bagi Tunisia, dua pertandingan tersisa bukan lagi sekadar laga fase grup.

 Itu adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa kekalahan memalukan dari Swedia hanyalah sebuah kecelakaan, bukan gambaran sebenarnya dari kekuatan mereka di Piala Dunia 2026.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment