Wonosobo (Lintas Topik.com) – Angin puting beliung menerjang Desa Kebrengan, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Kamis (4/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kebrengan, sebab selama ini angin puting beliung lebih sering terjadi di Desa Keseneng yang berada cukup jauh dari lokasi.
Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan 34 rumah rusak, terdiri dari 22 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak ringan.
Sejumlah warga mengaku panik karena angin datang secara tiba-tiba. Purwanti, salah satu warga, mengatakan atap rumahnya bahkan terlempar sejauh sekitar 10 meter.
“Suasananya sangat menakutkan karena banyak seng yang berterbangan,” ujarnya.
Warga lain, Tukino, juga mengalami kerusakan berat pada atap rumahnya. Hujan deras menyebabkan isi rumahnya basah kuyup, sementara bantuan terpal dari Dinsos belum sepenuhnya mencukupi.
Plt Camat Mojotengah, Eko Widi Nugroho, mengatakan penanganan dilakukan segera bersama Polsek, Polres, relawan RPB, BPBD, dan pemerintah desa. Pembersihan puing dan pemasangan terpal menjadi langkah pertama yang dilakukan di delapan rumah yang kehilangan atap seluruhnya.
“Kami sudah melakukan pembersihan dan pemasangan terpal. Bantuan material juga sudah kami mintakan dan sedang dalam pengiriman,” jelasnya.
Eko menambahkan, warga yang rumahnya rusak kini sementara tinggal di rumah keluarga atau saudaranya, dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dari pantauan Lintas Topik.com sore tadi, warga terlihat mulai menutup bagian atap rumah mereka menggunakan seng yang masih tersisa. Sebagian lainnya memakai terpal bantuan dari Dinsos Wonosobo untuk menutup area yang rusak agar tidak terkena hujan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD dan Polres mengirimkan 140 lembar seng untuk menutupi rumah-rumah yang terbuka akibat terjangan angin.
