Ad image

Bupati Wonosobo Ajak Wartawan Tetap Kritis, Soroti Tekanan Ekonomi hingga Respons Cepat Jalan Rusak

3 Min Read
oplus_2

Wonosobo ( Lintas Topik.com— Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengajak kalangan jurnalis untuk tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama insan pers yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Eagle Hotel Wonosobo, Jumat (13/3/2026).

Dalam suasana yang berlangsung santai namun terbuka itu, Afif menegaskan dirinya tidak alergi terhadap kritik dari wartawan.

Menurutnya, kritik merupakan bagian dari mekanisme check and balance yang justru dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Orang yang berada di depan memang harus siap diomong. Saya tidak alergi dengan kritik wartawan. Ini bagian dari check and balance dan wujud rasa cinta masyarakat kepada pemerintah,” kata Afif.

Ia juga mengingatkan agar pejabat publik tidak terlalu banyak berdebat soal kritik yang muncul di ruang publik. Bagi Afif, respons paling tepat adalah kerja nyata di lapangan.

- Advertisement -

“Kalau ada kritik dari masyarakat, ya langsung action saja. Jangan kebanyakan omong,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Afif juga menyinggung situasi ekonomi nasional yang menurutnya sedang tidak mudah.

Kenaikan harga bahan bakar minyak serta menguatnya nilai dolar disebut bisa berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

“Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja. BBM naik, dolar melambung. Ini tentu akan menjadi persoalan. Karena itu pemerintah harus tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu isu yang banyak disorot masyarakat, lanjut Afif, adalah persoalan jalan rusak.

Namun ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak selalu dipersepsikan secara berlebihan di media sosial.

- Advertisement -

“Saya lihat kadang sulit membedakan mana konten dan mana fakta. Ada yang sampai menanam pisang di jalan dengan tujuan konten. Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Kita punya database jalan kabupaten yang rusak, tinggal ditambal,” ujarnya.

Afif menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya merespons keluhan masyarakat secara cepat. Selama kegiatan tarawih keliling (tarling) di sejumlah wilayah, berbagai laporan warga langsung ditindaklanjuti.

“Dari 16 titik tarling, banyak keluhan masyarakat yang langsung kita tangani. Ada yang dipilok dulu sebagai penanda, setelah itu langsung ditambal,” katanya.

Selain infrastruktur, Afif juga menyinggung upaya pemerintah daerah mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui berbagai program, salah satunya

pengembangan dapur program SPPG.

Saat ini, kata dia, sekitar 100 unit SPPG telah beroperasi dengan melibatkan puluhan tenaga kerja.

“Setiap dapur ada sekitar 47 karyawan, belum termasuk supplier. Ini menciptakan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Pemkab Wonosobo juga mulai merintis pengembangan peternakan lokal untuk mendukung kebutuhan bahan baku SPPG.

Selain itu, camat bersama Forkopimca akan ditugaskan mengawasi kualitas menu serta memastikan dapur yang beroperasi memenuhi standar.

“Memang masih ada dapur yang belum memenuhi standar. Seharusnya sudah ada standar dari BGN, dan ini akan terus kita perbaiki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Wonosobo Joko Widodo serta Staf Ahli Bupati dr. Riyatno, bersama sejumlah jurnalis dari berbagai media di Wonosobo.***

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version