Wonosobo (Lintas Topik.com) — Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin (27/4/2026) memicu sejumlah kejadian tanah longsor di beberapa titik. Sedikitnya tiga lokasi terdampak, meliputi Kecamatan Wonosobo, Mojotengah, dan Watumalang.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Kampung Ngedok RT 03 RW 13, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo. Senderan di bagian depan rumah milik warga bernama Edi Suripto dilaporkan longsor setelah hujan deras yang berlangsung kurang lebih dua jam disertai angin.
Akibatnya, bagian depan dan samping rumah terdampak, serta akses jalan kampung ikut terpengaruh. Tercatat satu kepala keluarga dengan lima jiwa berada di lokasi terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Di waktu yang hampir bersamaan, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Dusun Plumbungan RT 03 RW 02, Desa Gunturmadu, Kecamatan Mojotengah sekitar pukul 15.30 WIB. Tanah bergerak dipicu oleh curah hujan tinggi dan kondisi geografis wilayah yang labil.
Berdasarkan hasil asesmen tim RPB Kecamatan Mojotengah, satu rumah milik warga bernama Kimun (50) terdampak dengan kategori kerusakan sedang. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa ini.
Sementara itu, longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Watumalang tepatnya di jalur Jalan Bungkusan menuju Siwadas, Desa Gumawang Kidul, sekitar pukul 19.30 WIB. Material tanah dari tebing yang labil menutup akses jalan penghubung antar dusun.
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun akses transportasi warga sempat terganggu akibat tertutup material longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.
“Kami bersama tim gabungan sudah melakukan asesmen dan penanganan di titik-titik kejadian. Secara umum tidak ada korban jiwa, namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor di lingkungan sekitar.
“Koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan terus kami lakukan agar penanganan bisa cepat dan risiko dapat diminimalkan,” tambahnya.
Secara umum, rangkaian kejadian ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam durasi cukup lama, ditambah kondisi tanah yang labil di sejumlah wilayah.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah dengan kontur tanah miring dan rawan longsor, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. ***
Editor : Agus Hidayat
