Wonosobo (Lintas Topik.com) – Sebanyak 70 kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kabupaten Wonosobo sepanjang 2026. Kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Sabtu (12/9/2026), menjadi salah satu kejadian terbaru dengan dampak cukup besar. Data BPBD Wonosobo mencatat sebanyak 17 bangunan terdampak dalam kebakaran tersebut.
Dari 17 bangunan yang terdampak, sebanyak 11 rumah terbakar habis, satu rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak ringan, dua gudang rusak berat dan satu mushola mengalami rusak ringan.
Tingginya kejadian kebakaran tersebut mendorong Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat untuk mencari pola penanganan yang lebih cepat, terutama terkait keterbatasan armada pemadam kebakaran dan jarak menuju lokasi kejadian.
Salah satu gagasan yang disiapkan Afif adalah menggerakkan infak masyarakat untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran berukuran kecil. Armada dengan kapasitas sekitar 1.000 liter atau di bawahnya itu nantinya dapat ditempatkan di sejumlah wilayah berdasarkan zonasi.
“Kalau bisa kita menggerakkan infak masyarakat beli damkar yang ukurannya spek kecil, misalkan seribu liter ke bawah,” kata Afif saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Tieng, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Afif, keberadaan armada kecil di sejumlah wilayah akan memungkinkan penanganan awal dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu menunggu armada dari pusat kabupaten.
“Pada saat terjadi kebakaran di wilayah ini, yang di wilayah sudah datang dulu sambil menunggu tim dari kabupaten sampai, sehingga segera ada penanganan,” ujarnya.
Afif menyebut konsep zonasi tersebut dapat diterapkan di sejumlah wilayah seperti Garung, Sapuran, Kaliwiro dan Leksono. Penempatan armada di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika kebakaran terjadi.
Kebutuhan terhadap respons cepat itu terlihat dalam penanganan kebakaran di Tieng. Jalur menuju kawasan Dieng mengalami kepadatan kendaraan karena bertepatan dengan akhir pekan, sehingga perjalanan armada pemadam menuju lokasi sempat menghadapi kendala.
Meski demikian, seluruh armada pemadam yang dikerahkan akhirnya dapat mencapai lokasi dan melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.
Selain armada, Afif menilai ketersediaan sumber air juga menjadi persoalan yang perlu dibenahi. Ia mendorong agar hidran tersedia di setiap wilayah kecamatan sehingga mobil pemadam tidak kesulitan mendapatkan pasokan air saat berada di lokasi kebakaran.
“Setiap wilayah di kecamatan harus ada hidran. Jadi kalau terjadi kebakaran ada suplai air yang siap,” katanya.
Pemkab Wonosobo juga akan mendorong keterlibatan BUMN, BUMD dan pelaku usaha untuk memiliki unit pemadam kebakaran sendiri. Armada tersebut nantinya diharapkan dapat saling mendukung dengan armada milik pemerintah ketika terjadi kebakaran.
Terkait kemungkinan pengadaan mobil pemadam melalui APBD 2027, Afif mengatakan pemerintah masih akan memetakan kebutuhan dan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, pengadaan melalui anggaran pemerintah membutuhkan proses perencanaan yang cukup panjang. Karena itu, pemerintah akan mencari formula lain agar kebutuhan armada dapat dipenuhi lebih cepat.
“Kalau lewat anggaran negara ini prosesnya panjang. Kalau bisa kita cari formula lain,” ujarnya.
Dalam kebakaran tersebut, satu orang juga mengalami luka bakar pada bagian wajah dengan kondisi luka lebih dari 50 persen. Korban telah dibawa ke RSUD Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemkab Wonosobo menyiapkan posko sementara di Aula Balai Desa Tieng bagi warga terdampak. Pemerintah juga akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga selama proses penanganan.
Afif mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia menyoroti instalasi listrik yang tidak sesuai standar serta penggunaan tungku sebagai sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Masyarakat diminta memastikan tungku atau kompor benar-benar dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah. Kayu bakar maupun bahan yang mudah terbakar juga perlu dijauhkan dari sumber api.
Menurut Afif, sebagian rumah di wilayah Wonosobo masih menggunakan material kayu sehingga api dapat lebih cepat membesar ketika terjadi kebakaran.
