WONOSOBO (Lintas Topik.com) – Kemacetan di kawasan Perempatan hingga Terminal Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, mulai menjadi persoalan serius. Padatnya aktivitas pendidikan, perdagangan, parkir hingga bongkar muat barang bertemu pada ruas jalan yang kapasitasnya terbatas.
Persoalan tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi Masyarakat Kelurahan Kalibeber, Jumat malam (11/9/2026). Sekitar 30 orang dari unsur warga, tokoh masyarakat, ketua RW, pemerintah kelurahan, kecamatan hingga DPRD Kabupaten Wonosobo mengikuti pertemuan tersebut.
Lurah Kalibeber Sukur Wahyu Widoyo mengatakan, kawasan Terminal dan Perempatan Kalibeber menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas masyarakat. Kepadatan semakin terasa ketika terdapat kegiatan yang mendatangkan banyak orang maupun saat Kalibeber menjadi jalur pengalihan arus dari jalan utama Wonosobo-Dieng.
Menurut Sukur, kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak orang perlu dikoordinasikan lebih awal agar pengaturan lalu lintas dapat dipersiapkan.
Kemacetan di jalan utama juga mulai berdampak ke lingkungan permukiman. Saat arus padat, pengendara sepeda motor kerap mencari jalur alternatif melalui gang-gang warga. Sementara perkembangan pertokoan dan tempat usaha menambah kebutuhan ruang parkir serta aktivitas bongkar muat.
Persoalan parkir ikut menjadi perhatian karena kendaraan yang berhenti di badan maupun bahu jalan semakin mengurangi ruang lalu lintas.
Salah seorang peserta forum, Tomi Edo, menilai penyebab kemacetan perlu dikaji secara komprehensif dan tidak dibebankan kepada kelompok atau aktivitas tertentu. Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memetakan persoalan secara objektif.
“Kalau kita hanya berdasarkan persepsi atau berdasarkan apa yang kita lihat, tanpa dukungan akademis atau kajian, nanti akhirnya justru saling menyalahkan,” katanya.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo Ibnu Ngakil mengatakan persoalan kemacetan tidak dapat diselesaikan satu pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga pendidikan hingga pengelola kegiatan perlu duduk bersama untuk memetakan persoalan dan mencari solusi.
Camat Mojotengah Eko Widi Nugroho juga mengapresiasi munculnya forum warga sebagai ruang membahas persoalan Kalibeber berdasarkan data dan fakta.
Selain kemacetan, perkembangan Kalibeber turut memunculkan persoalan lingkungan, sampah, perdagangan dan permukiman. Namun, kemacetan menjadi perhatian utama karena dampaknya dirasakan langsung masyarakat.
Editor : Agus Hidayat






