Wonosobo (Lintas Topik.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meluas hingga 140 hektare. Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, menyampaikan luasan tersebut kepada wartawan pada Selasa (20/10/2026). Sebanyak 300 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang hingga kini masih sulit dikendalikan.
Kebakaran bermula dari sisi timur Gunung Sumbing, tepatnya di petak 29 wilayah Wonosobo. Kobaran api kemudian menjalar ke arah barat hingga mendekati wilayah Kabupaten Temanggung. Cuaca panas dan angin kencang mempercepat pergerakan api sekaligus menyulitkan proses pemadaman.
Ratusan personel gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran dengan melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Petugas juga berusaha membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
Dampak kebakaran tersebut juga mengancam keselamatan pendaki yang berada di kawasan Gunung Sumbing. Seluruh jalur pendakian ditutup sementara untuk mencegah pendaki memasuki area yang terdampak kebakaran.
Sebelumnya, sebanyak 152 pendaki yang terdaftar melalui Basecamp Gajahmungkur berhasil dievakuasi dengan selamat. Proses evakuasi dilakukan setelah api membesar dan kondisi jalur pendakian tidak lagi memungkinkan untuk dilalui dengan aman.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.30 WIB pada Senin (19/10/2026), seluruh 152 pendaki yang terdaftar melalui Basecamp Gajahmungkur telah turun. Petugas mencocokkan jumlah pendaki yang berhasil turun dengan data registrasi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
“Dari total 152 pendaki, sudah turun semua dan dicocokkan dari data registrasi, tidak ada yang miss. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat,” kata Ricky saat memberikan keterangan di Basecamp Gajahmungkur, Senin malam.
Ia menjelaskan, proses evakuasi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Polres Wonosobo, Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, unsur kehutanan, pengelola basecamp, ranger, dan PMI. Sebanyak 40 ranger juga disiagakan untuk membantu menjemput pendaki di kawasan Pos 3.
Karena kondisi jalur Gajahmungkur tidak memungkinkan untuk dilalui, sebagian pendaki dialihkan melalui Basecamp Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. Medan yang licin dan jarak tempuh yang jauh menjadi kendala dalam proses penurunan. Perjalanan dari Pos 3 menuju basecamp tersebut memakan waktu sekitar enam jam.
Selain pendaki yang terdaftar melalui Gajahmungkur, sepuluh pendaki melalui jalur Garung juga dilaporkan berhasil turun dengan selamat.
Ricky menambahkan, Polres Wonosobo berkoordinasi dengan seluruh pengelola basecamp untuk menutup jalur pendakian. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Temanggung dan Polres Magelang guna memastikan penutupan jalur di wilayah hukum masing-masing.
Hingga Selasa (20/10/2026), upaya pemadaman masih berlangsung. Petugas gabungan terus berusaha mengendalikan pergerakan api agar kebakaran tidak semakin meluas.
