WONOSOBO (Lintas Topik.com) – Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing, Jawa Tengah, meluas hingga sekitar 306 hektare. Memasuki hari ketiga penanganan, Rabu (21/10/2026), petugas masih berjibaku membendung api agar tidak merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.
Medan yang curam menjadi kendala utama pemadaman. Di sejumlah titik, kemiringan lereng mencapai sekitar 80 derajat sehingga petugas kesulitan menjangkau sumber api secara langsung.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, sebanyak 180 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran dan melakukan penyekatan di sejumlah titik.
Personel dibagi menjadi enam pleton. Dua pleton ditugaskan ke kawasan Banyumudal untuk menangani titik kebakaran seluas sekitar 76 hektare. Sementara empat pleton lainnya melakukan mitigasi dan penyekatan api di lokasi penanganan lain.
“Area yang terbakar itu medannya curam, ekstrem, kemiringan 80 derajat sehingga hal yang kita bisa perbuat tidak banyak, hanya kita bisa menyekat dan menunggu padam. Kita berupaya maksimal,” kata Ricky.
Dengan kondisi medan tersebut, petugas memprioritaskan pembuatan sekat untuk menghambat pergerakan api. Upaya ini dilakukan sembari menunggu dukungan tambahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Posko Penanganan Dipindah ke Garung
Di tengah upaya pemadaman, tim penanganan juga memindahkan posko pusat kendali dari Basecamp Gajah Mungkur di Lamuk ke Basecamp Garung.
Sebelumnya, posko ditempatkan di Gajah Mungkur karena titik api terpusat di kawasan tersebut. Pemindahan dilakukan untuk menyesuaikan strategi penanganan sekaligus mendukung koordinasi personel di sejumlah lokasi terdampak.
Status penanganan bencana juga ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Menurut Ricky, peningkatan status diperlukan untuk memudahkan koordinasi dan mempercepat dukungan dari berbagai pihak.
“Tentu itu masih belum efektif sehingga kita membutuhkan bantuan dan untuk memudahkan bantuan-bantuan itu tentu statusnya harus ditingkatkan,” ujarnya.
Status tanggap darurat akan berlaku hingga situasi terkendali dan kebakaran berhasil dipadamkan seluruhnya.
Sebagian Area Berhasil Dipadamkan
Dari total area terdampak sekitar 306 hektare, sekitar 140 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Namun, titik kebakaran masih tersisa dengan luasan yang disebut mencapai sekitar 90 hektare dan 76 hektare.
Petugas terus berupaya mencegah api menjalar ke lahan pertanian dan permukiman warga. Ricky menegaskan, perlindungan terhadap kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan.
“Belum, belum. Itu yang kita jaga. Jangan sampai ke ladang pertanian atau pemukiman ya,” katanya.
Selain pemadaman, jalur pendakian Gunung Sumbing melalui wilayah Wonosobo ditutup untuk mencegah pendaki memasuki kawasan yang terdampak kebakaran.
Pada malam pertama penanganan, Senin (19/10/2026), tim gabungan telah mengevakuasi seluruh pendaki yang masih berada di gunung. Ricky menyebut total 162 pendaki berhasil dievakuasi, terdiri atas 152 orang melalui jalur Gajah Mungkur dan 10 orang melalui jalur Garung.
Hingga Rabu, petugas masih melanjutkan penanganan dengan fokus membatasi penyebaran api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan yang dihuni maupun dimanfaatkan warga. ***
Editor : Agus Hidayat
