Ad image

Kobaran Api Capai Pos 4, Water Bombing Gunung Sumbing Belum  Bisa Dipastikan 

4 Min Read
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan meninjau kebakaran Gnung Sumbing, Rabu ( 21/10/2026). ( LT/ Ida Agus)

WONOSOBO (Lintas Topik.com) – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing masih menghadapi kendala medan ekstrem. Polda Jawa Tengah mengupayakan pengerahan dua helikopter untuk membantu pemadaman dari udara, tetapi penggunaan metode water bombing masih menunggu kepastian kondisi operasional di lokasi. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyampaikan hal itu saat meninjau penanganan karhutla di Basecamp Sumbing via Garung, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Rabu (21/10/2026). Ia melanjutkan peninjauan hingga Pos 1 untuk melihat kondisi di lapangan. 

Menurut Roy, api masih membakar kawasan Gunung Sumbing dan dilaporkan menjangkau hingga Pos 4. Personel gabungan terus berupaya membatasi penyebaran api agar tidak meluas ke bagian bawah gunung. 

“Anggota atau personel yang ada berusaha untuk naik ke atas, membatasi, melokalisir supaya tidak melebar ke mana-mana. Syukur-syukur tidak sampai ke bawah,” kata Roy. 

Ia mengatakan, Polda Jateng mendorong agar dua helikopter yang sebelumnya berada di kawasan Gunung Lawu dapat bergeser untuk mendukung penanganan kebakaran di Gunung Sumbing. 

“Sekarang kondisi di sana kan sudah mulai lebih membaik, tapi kita mendorong ke sini dari heli yang ada. Ada dua heli yang kita dorong untuk bisa masuk ke sini,” ujarnya. 

- Advertisement -

Meski demikian, pengerahan helikopter untuk water bombing belum dipastikan. Penggunaannya masih mempertimbangkan kondisi medan dan kemungkinan operasional di kawasan kebakaran. 

“Andai kata nanti memungkinkan dengan menggunakan heli tersebut di lahan atau di wilayah yang seperti ini, akan kita lakukan juga untuk water bombing di daerah kebakaran tersebut,” katanya. 

Api Masih Menjangkau Pos 4 

Di tengah upaya menyiapkan dukungan pemadaman dari udara, petugas gabungan masih mengandalkan penyekatan dan pelokalisasian api di kawasan terdampak. 

Roy mengatakan, kebakaran masih berlangsung ketika peninjauan dilakukan. Ia berharap upaya pembatasan api dapat mencegah kebakaran menjalar lebih jauh. 

“Kita enggak bisa bilang bahwa posisinya sekarang tidak terbakar. Masih kebakar. Sejauh ini sampai ke Pos 4 ya, satu titik. Mudah-mudahan nanti bisa kita atasi semua,” ujarnya. 

- Advertisement -

Status penanganan karhutla di Wonosobo juga telah ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Menurut Roy, peningkatan status diperlukan agar koordinasi dan dukungan penanganan dapat berjalan lebih optimal. 

Pendakian Diimbau Dihentikan 

Selain mendukung pemadaman, Kapolda meminta pengawasan dan pencegahan kebakaran diperkuat, termasuk di kawasan gunung lain di Jawa Tengah. 

Ia berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas kehutanan, untuk mengantisipasi potensi kebakaran serupa. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pendakian di kawasan yang berisiko mengalami kebakaran. 

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban apabila kebakaran terjadi dan evakuasi harus dilakukan. 

Roy turut meminta Perhutani meningkatkan pengawasan terhadap lahan yang dikelolanya, terutama kawasan yang digunakan untuk aktivitas pertanian dan ditumbuhi ilalang. 

Ia mengingatkan bahwa aktivitas pembersihan lahan perlu diantisipasi agar tidak memicu kebakaran. 

“Kita untuk mengantisipasi itu, lakukanlah hal-hal yang simpel untuk mengantisipasi supaya tidak ada pembersihan lahan,” katanya. 

Hingga Rabu (21/10/2026), penanganan karhutla Gunung Sumbing masih berlangsung. Petugas terus berupaya membatasi penyebaran api, sementara dukungan helikopter untuk pemadaman dari udara masih menunggu kepastian. *** 

Editor : Agus Hidayat 

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version