Manchester ( Lintas Topik.com) – Di tengah derasnya perubahan yang terjadi di Manchester United musim ini, satu nama tetap berdiri paling menonjol: Bruno Fernandes.
Kapten Setan Merah itu tidak hanya membawa timnya kembali ke papan atas Premier League, tetapi juga menorehkan sejarah baru yang sebelumnya hanya mampu dicapai oleh dua legenda besar liga.
Pada laga terakhir musim 2025/2026 melawan Brighton & Hove Albion, Fernandes mencatat assist ke-21 musim ini.
Umpan sepak pojok yang disambut sundulan Patrick Dorgu menjadi momen bersejarah yang mengantarkannya melewati rekor lama milik Thierry Henry dan Kevin De Bruyne yang sama-sama mengoleksi 20 assist dalam satu musim Premier League.
Rekor itu sekaligus menegaskan posisi Fernandes sebagai kreator serangan terbaik Premier League musim ini.
Sebelum pertandingan terakhir digelar, gelandang asal Portugal tersebut sudah menyamai catatan Henry musim 2002/2003 dan De Bruyne musim 2019/2020 dengan torehan 20 assist.
Satu assist tambahan di Amex Stadium membuat namanya berdiri sendirian di puncak daftar pencetak assist terbanyak dalam satu musim kompetisi.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah konteks di baliknya. Berbeda dengan Henry yang bermain dalam skuad Arsenal “Invincibles” dan De Bruyne yang menjadi otak permainan Manchester City era Pep Guardiola, Fernandes meraih rekor tersebut saat Manchester United masih berada dalam fase pembangunan kembali.
Namun justru dalam situasi itulah perannya semakin terlihat vital. Hampir setiap serangan berbahaya United berawal dari kaki sang kapten.
Data Premier League menunjukkan Fernandes sebenarnya sudah berada di jalur pemecahan rekor sejak pertengahan musim.
Pada April lalu ia telah mengoleksi 18 assist dan menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak di liga.
Sejak bergabung dengan United pada Februari 2020, Fernandes juga tercatat menciptakan lebih banyak peluang dibanding pemain Premier League lainnya pada periode yang sama.
Musim ini bukan hanya soal assist. Fernandes juga menutup kompetisi dengan sembilan gol dan total keterlibatan langsung dalam 30 gol Manchester United.
Kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan utama United mampu finis di posisi ketiga klasemen dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Pencapaian itu bahkan mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik Premier League musim 2025/2026.
Pengakuan tersebut terasa pantas mengingat pengaruh Fernandes tidak hanya terlihat pada statistik, tetapi juga kepemimpinan di lapangan.
Saat United mengalami periode sulit, dialah pemain yang paling sering menjadi pembeda.
Menariknya, sebelum rekor itu resmi pecah, Fernandes sempat mengakui bahwa dirinya memikirkan peluang melampaui Henry dan De Bruyne. Namun seperti biasa, ia memilih merendah.
Ketika menyamai rekor 20 assist, Fernandes mengatakan dirinya bangga bisa disejajarkan dengan “nama-nama besar” seperti Henry dan De Bruyne, sembari menegaskan bahwa kemenangan tim tetap menjadi prioritas utama.
Kini, angka 21 assist menjadi standar baru Premier League.
Thierry Henry membutuhkan musim luar biasa bersama Arsenal untuk mencapai 20 assist pada 2002/2003.
Tujuh belas tahun kemudian Kevin De Bruyne menyamai catatan tersebut saat mengorkestrasi permainan Manchester City. Enam tahun berselang, Bruno Fernandes datang dan menambahkan satu assist lagi untuk mengubah sejarah.
Bagi Manchester United, rekor ini mungkin hanya tercatat sebagai statistik. Namun bagi Premier League, musim 2025/2026 akan dikenang sebagai musim ketika Bruno Fernandes mengubah angka 20 yang selama lebih dari dua dekade dianggap nyaris mustahil disentuh, menjadi 21. ***
Dari berbagai sumber
Editor : Agus Hidayat
