Wonosobo (Lintas Topik.com) — Aksi mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo berlangsung di halaman gedung rektorat, Selasa (28/4/2026), bersamaan dengan audiensi antara perwakilan mahasiswa dan pihak kampus di dalam ruangan.
Sejak pagi, massa aksi menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan akademik, terutama terkait penonaktifan akun Sistem Informasi Mahasiswa (Sima) dan perubahan mekanisme pembayaran kuliah.
Di saat yang sama, perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan dialog dengan jajaran rektorat untuk membahas tuntutan tersebut.
Koordinator aksi, Maulana Irwan Saputra, mengatakan kebijakan yang diterapkan dinilai mendadak dan berdampak pada kesiapan mahasiswa, khususnya dalam memenuhi kewajiban pembayaran semester.
Selain itu, penonaktifan akun Sima disebut menghambat akses layanan akademik bagi sejumlah mahasiswa.
Selama audiensi berlangsung, massa yang berada di luar gedung sempat menunjukkan ketegangan. Sejumlah mahasiswa berupaya mendekat ke area ruang pertemuan untuk mengetahui perkembangan pembahasan.
Namun situasi tetap dapat dikendalikan hingga dialog selesai.

Rektor Unsiq, Zaenal Sukawi, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan penyesuaian administrasi akademik yang terintegrasi dengan sistem nasional Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Ia menegaskan tidak ada kebijakan cuti paksa terhadap mahasiswa.
“Tidak ada pencutian. Penyesuaian dilakukan agar status mahasiswa sesuai dengan ketentuan dalam sistem,” ujarnya.
Menurut pihak kampus, jumlah mahasiswa yang terdampak tidak mencapai ribuan, melainkan sekitar seratusan orang.
Kampus juga menyatakan masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan kewajiban administrasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal tuntutan lain, termasuk transparansi anggaran dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. ***
Editor : Agus Hidayat







