Toronto (Lintas Topik.com) – Di antara stadion-stadion megah yang menjadi venue Piala Dunia 2026, Toronto Stadium mungkin bukan yang terbesar. Namun stadion inilah yang mencatat sejarah baru bagi sepak bola Kanada.
Pada 12 Juni 2026, stadion yang lebih dikenal sebagai BMO Field itu menjadi tempat berlangsungnya pertandingan Piala Dunia putra pertama di tanah Kanada saat tuan rumah menghadapi Bosnia-Herzegovina pada laga Grup B.
Terletak di kawasan Exhibition Place, tidak jauh dari pusat Kota Toronto dan tepian Danau Ontario, stadion ini dibuka pada 2007 sebagai kandang klub MLS Toronto FC. Dalam kesehariannya, stadion berkapasitas sekitar 28 ribu penonton tersebut juga digunakan oleh tim football Kanada, Toronto Argonauts.
Menjelang Piala Dunia 2026, Toronto Stadium menjalani renovasi besar-besaran agar memenuhi standar FIFA. Kapasitas stadion ditingkatkan menjadi sekitar 45 ribu kursi melalui penambahan tribun sementara. Fasilitas pemain, ruang media, sistem pencahayaan, videotron, hingga lapangan pertandingan juga diperbarui.
Perubahan tersebut mengubah stadion yang awalnya berukuran relatif kecil menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.
Meski menjadi stadion dengan kapasitas terkecil di antara 16 venue turnamen, Toronto Stadium memiliki keunggulan tersendiri. Jarak tribun yang dekat dengan lapangan menciptakan atmosfer yang lebih intim sehingga sorakan penonton terasa lebih bergemuruh.
Selama Piala Dunia 2026, stadion ini mendapat jatah enam pertandingan, termasuk laga pembuka Kanada di Grup B.
Bagi warga Kanada, Toronto Stadium bukan sekadar arena olahraga. Stadion ini menjadi simbol perkembangan sepak bola di negara yang selama ini lebih identik dengan hoki es.
Ketika Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri, Toronto Stadium resmi menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia. Dari stadion kandang sebuah klub MLS, tempat ini bertransformasi menjadi panggung sepak bola terbesar di dunia. ***
Editor : Agus Hidayat






