Ad image

Mengenal Clutch, Maple dan Zayu, Trio Maskot Bersejarah Piala Dunia 2026

2 Min Read
Clutch, Maple dan Zayu yang dikenal dengan maskot Piala Dunia 2026. ( LT / FIFA)

Jakarta (Lintas Topik.com)-– Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai turnamen yang penuh terobosan. 

Selain menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara tuan rumah, FIFA juga mencatat sejarah baru dengan memperkenalkan tiga maskot resmi sekaligus.

Ketiga maskot tersebut adalah Clutch, Maple, dan Zayu, yang masing-masing mewakili Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

 Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, satu turnamen memiliki lebih dari satu maskot resmi.

Clutch hadir sebagai wakil Amerika Serikat. Berwujud elang botak (bald eagle), burung yang menjadi simbol nasional negara tersebut, Clutch digambarkan sebagai sosok yang optimistis, penuh rasa ingin tahu, dan mampu menyatukan orang-orang di sekitarnya. Dalam cerita resmi FIFA, karakter ini berperan sebagai gelandang yang bertugas menghubungkan seluruh permainan di lapangan.

Kanada memperkenalkan Maple, seekor rusa besar (moose) yang identik dengan alam liar negara itu. Maple berperan sebagai penjaga gawang dan melambangkan ketangguhan, kepemimpinan, serta semangat melindungi tim. Karakternya digambarkan tenang, kuat, sekaligus kreatif.

- Advertisement -

Sementara itu Meksiko diwakili oleh Zayu, seekor jaguar yang terinspirasi dari warisan budaya Mesoamerika. Selama berabad-abad, jaguar menjadi simbol keberanian dan kekuatan dalam berbagai peradaban kuno di kawasan tersebut. Tak heran jika FIFA menempatkan Zayu sebagai penyerang yang lincah, berani, dan penuh kreativitas.

Menariknya, ketiga maskot tersebut membentuk sebuah tim sepak bola yang utuh. Maple berdiri di bawah mistar gawang, Clutch mengatur permainan dari lini tengah, sementara Zayu menjadi ujung tombak di lini depan.

Di balik tampilannya yang ceria dan penuh warna, ketiga maskot ini membawa pesan yang lebih besar. Mereka menjadi simbol kolaborasi tiga negara tuan rumah yang akan bersama-sama menyelenggarakan turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Perbedaan budaya, bahasa, dan identitas nasional tidak menjadi penghalang untuk bekerja dalam satu tim. Pesan itulah yang ingin disampaikan melalui kehadiran Clutch, Maple, dan Zayu kepada jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. ***

Sumber : FIFA

Editor : Agus Hidayat

- Advertisement -
Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version