Ad imageAd image

Mengenal Estadio Azteca, Venue Pembukaan Piala Dunia 2026 yang Sarat Sejarah

Lintas Topik Author
4 Min Read
Stadion Azteca, tempat bersejarah yang akan menjaadi lokasi pembukaan Piala Dunioa 2026, mempertemukan tuan rumah Mexico melawan Afrika Selatan. ( LT/ wikipedia)

Mexico City (Lintas Topik.com) – Ketika Piala Dunia 2026 resmi bergulir pada 11 Juni mendatang, sorotan miliaran pasang mata dari seluruh dunia akan tertuju ke Estadio Azteca di Mexico City, Meksiko.

Stadion legendaris tersebut dipilih sebagai venue pertandingan pembuka turnamen, sekaligus mencatat sejarah sebagai stadion pertama yang menggelar laga pembuka dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pembukaan pada 1970 dan 1986.

Penunjukan Estadio Azteca sebagai arena pembuka bukan sekadar karena kapasitasnya yang besar atau fasilitasnya yang modern.

Stadion ini merupakan salah satu tempat paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola dunia. Banyak momen ikonik yang hingga kini masih dikenang pecinta sepak bola lahir di stadion yang telah berdiri hampir enam dekade tersebut.

Estadio Azteca dibangun pada periode 1962 hingga 1966 dan resmi dibuka pada 29 Mei 1966. Menjelang Piala Dunia 2026, stadion ini menjalani renovasi besar-besaran guna memenuhi standar FIFA dan meningkatkan kenyamanan penonton.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Setelah proses modernisasi, kapasitas stadion mencapai sekitar 83.000 penonton, menjadikannya salah satu venue terbesar yang digunakan pada Piala Dunia 2026.

Setelah direnovasi untuk kenyamanan penonton, Stadion Azteca kini bisa menampung 83 ribu penonton. ( Wikipedia).

Selain menjadi markas tim nasional Meksiko, Estadio Azteca juga dikenal sebagai kandang Club América, salah satu klub tersukses di negara tersebut.

Namun, reputasi stadion ini jauh melampaui kompetisi domestik karena telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah sepak bola internasional.

Salah satu momen paling bersejarah terjadi pada final Piala Dunia 1970. Di stadion ini, Brasil yang diperkuat Pelé mengalahkan Italia dengan skor 4-1 untuk meraih gelar juara dunia.

Tim Brasil era 1970 bahkan kerap disebut sebagai salah satu tim terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Enam belas tahun kemudian, Estadio Azteca kembali menjadi tuan rumah final Piala Dunia. Pada edisi 1986, Argentina menundukkan Jerman Barat 3-2 dan mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Turnamen tersebut sekaligus menjadi panggung bagi salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah sepak bola, yakni Diego Maradona.

Nama Maradona tak bisa dipisahkan dari Estadio Azteca. Dalam laga perempat final melawan Inggris pada Piala Dunia 1986, legenda Argentina itu mencetak dua gol yang kemudian menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.

Gol pertama dikenal dengan sebutan “Hand of God”, sementara gol kedua yang tercipta setelah melewati sejumlah pemain lawan dijuluki “Goal of the Century” atau Gol Abad Ini.

Tak banyak stadion di dunia yang pernah menjadi panggung kejayaan dua legenda terbesar sepak bola. Estadio Azteca menjadi salah satunya.

Di stadion ini, Pelé mengangkat trofi Piala Dunia pada 1970, sementara Maradona menorehkan salah satu penampilan terbaik sepanjang kariernya pada 1986.

Selain kedua nama tersebut, sejumlah legenda dunia lain juga pernah merasakan atmosfer Azteca, di antaranya Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, Jorge Burruchaga, hingga banyak pemain bintang dari berbagai generasi yang tampil dalam pertandingan internasional maupun kompetisi antarklub.

Menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, Estadio Azteca kembali bersiap menyambut sejarah baru. Stadion yang menjadi simbol kebanggaan sepak bola Meksiko itu akan menjadi titik awal perjalanan 48 negara peserta dalam memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Ketika peluit pertama dibunyikan pada laga pembuka nanti, Estadio Azteca tidak hanya membuka sebuah turnamen. Stadion legendaris tersebut juga kembali menghubungkan masa lalu dan masa depan sepak bola dunia dalam satu panggung yang sama, melanjutkan warisan sejarah yang telah dibangunnya selama hampir 60 tahun.***

Dari berbagai sumber

Editor : Agus Hidayat

Share This Article
Lintas Topik adalah media online yang memuat berbagai berita dalam berbagai genre. Namun lebih berfokus pada konten lokal dan olah raga. Dikelola oleh tenaga jurnalis yang berkompeten di bidang media. Selain itu Lintas Topik juga memiliki chanel Podcsat yang secara rutin disiarkan dua kali seminggu di dua Radio Radio Citra Fm, Purnamasidi Fm dan Channel Youtube.
Leave a Comment